Kala Sultan Mesir Ingin Menghancurkan Piramida
Muhajirin
Senin, 25 Juli 2022 - 12:08 WIB
ilustrasi (langit7.id/istock)
Pada abad ke-12, sultan muda Mesir, Al-Aziz Utsman, membuat keputusan kontroversi kala itu. Dia berniat ingin menghancurkan piramida, sebuah bangunan bersejarah dan menjadi ikon dari Mesir.
Al-Aziz Utsman adalah sultan kedua dinasti Ayyubiyah di Mesir. Dia adalah putra kedua Shalahuddin Al-Ayyubi.
Melansir msn.com, beberapa sumber sejarah menyebutkan, Al-Aziz percaya ada harta karun di dalam dan di bawah piramida tersebut.
Ada pula sejarawan yang menyebut, Al-Aziz ingin menghancurkan piramida tersebut agar batu-batunya bisa digunakan untuk membangun tembok kota baru. Pendapat ini yang banyak diambil sejarawan, karena raja-raja Mesir lain tidak merobohkan piramida kecil untuk diambil batunya.
Baca Juga: Kisah Sultan Mendapati Jasad Pemabuk dan Pezina yang Ternyata...
Al-Aziz dianggap tidak peduli dengan sisi historis dari piramida. Bahkan, dia diklaim awam terhadap sejarah piramida di Mesir. Dia hanya tahu piramida merupakan bangunan tua. Dia bahkan tak tahu jika piramida itu merupakan makam raja-raja Mesir kuno, dan malah mengasumsikan sebagai tempat menyimpan harta karun.
Al-Aziz Utsman adalah sultan kedua dinasti Ayyubiyah di Mesir. Dia adalah putra kedua Shalahuddin Al-Ayyubi.
Melansir msn.com, beberapa sumber sejarah menyebutkan, Al-Aziz percaya ada harta karun di dalam dan di bawah piramida tersebut.
Ada pula sejarawan yang menyebut, Al-Aziz ingin menghancurkan piramida tersebut agar batu-batunya bisa digunakan untuk membangun tembok kota baru. Pendapat ini yang banyak diambil sejarawan, karena raja-raja Mesir lain tidak merobohkan piramida kecil untuk diambil batunya.
Baca Juga: Kisah Sultan Mendapati Jasad Pemabuk dan Pezina yang Ternyata...
Al-Aziz dianggap tidak peduli dengan sisi historis dari piramida. Bahkan, dia diklaim awam terhadap sejarah piramida di Mesir. Dia hanya tahu piramida merupakan bangunan tua. Dia bahkan tak tahu jika piramida itu merupakan makam raja-raja Mesir kuno, dan malah mengasumsikan sebagai tempat menyimpan harta karun.