home wirausaha syariah

Memahami Konsep Asuransi Syariah Agar Tak Salah Paham

Senin, 09 Agustus 2021 - 11:05 WIB
Ilustrasi asuransi syariah. Foto: Langit7/istock
Timbul polemik asuransi syariah yang disebut memiliki praktik yang sama dengan asuransi konvensional. Asuransi syariah dikatakan mengandung unsur bid’ah dan merupakan bentuk melawan takdir Tuhan.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Pusat MES dan Deputi Direktur Karim Consulting Indonesia, Muhammad Yusuf Hemly mengatakan pendapat masyarkat yang menyebutkan praktik asuransi syariah memiliki kesamaan dengan asuransi konvensional adalah keliru. Apalagi jika disebutkan asuransi syariah melawan takdir dan ketetapan Tuhan terkait sebuah musibah.

“Tidak, berasuransi syariah justru merupakan ikhtiar dalam mengikuti takdir. Takdir dalam hidup adalah akan menghadapi risiko. Kalau orang hidup maka takdirnya akan menghadapi risiko, kalau tidak mau menghadapi risiko ya jangan hidup,” ujarnya di Webinar Ada Keberkahan di Dalam Asuransi Syariah, Sabtu (7/8).

Perlu dipahami, kata Yusuf, tidak ada yang pernah mengetahui terkait masa depan setiap orang. Maka perlu adanya persiapan diri untuk menghadapi peristiwa ke depan yang masih menjadi misteri.

Sehingga di sini perlu melakukan langkah antisipasi. Di mana ketika ada sekelompok orang yang memiliki pemirikan sama maka akan mempertimbangkan untuk melakukan gotong-royong. Gotong-royong inilah yang nantinya meringankan orang ketika terkena musibah. Dalam konteks ini antisipasi risiko untuk kemaslahatan adalah asuransi syariah.

“Istilahnya sharing of risk, kita sama-sama mengajak dalam visi-misi sama untuk tolong-menolong. Jadi komitmennya adalah menyisihkan sebagian uang dalam periode tertentu yang nantinya ditujukan untuk membantu jika ada salah satu yang terkena musibah,” ujarnya.

Ketika sudah memiliki kesepakatan visi dan misi, maka sekelompok orang tersebut menggalakkan dana dengan harapan dapat mengurangi beban seorang lainnya ketika suatu saat terkena musibah. Sementara dalam syariah, tidak boleh sebuah harta memiliki sifat yang mengendap atau idle, maka perlu dilakukan pengelolaan yang tepat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
konsep asuransi asuransi syariah ekonomi ummat ekonomi syariah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya