Istana Presiden Sri Lanka Kembali Dibuka Usai Digeruduk Massa
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 25 Juli 2022 - 15:45 WIB
Istana Presiden Sri Lanka saat digeruduk para pengunjuk rasa beberapa waktu lalu. (Foto: AFP)
Kantor Kepresidenan Sri Lanka kembali dibuka pada Senin (25/7/2022). Kantor pemerintahan yang sebelumnya diduduki Gotabaya Rajapaksa ini ditutup lantaran digeruduk massa selama beberapa hari.
"Kantor siap dibuka kembali pada Senin. Pengepungan sekretariat yang berlangsung sejak 9 Mei kini telah dicabut," kata seorang pejabat polisi yang menolak disebutkan namanya, seperti dilansir dari AFP.
Baca Juga:Dilantik jadi Presiden Sri Lanka, Ranil: Saya Bukan Teman Rajapaksa
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa ahli forensik telah mengunjungi kantor kepresidenan dan sektretariat presiden untuk mengumpulkan bukti kerusakan yang ditimbulkan oleh para pengunjuk rasa.
Sedikitnya 48 orang terluka dan sembilan ditangkap selama operasi berlangsung. Pasukan keamanan juga merobohkan tenda yang didirikan para pengunjuk rasa di luar komplek.
Pasukan bersenjata mulai membersihkan area kantor kepresidenan atas perintah Presiden baru Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe. Operasi militer untuk membersihkan gedung sekretariat dan sekitarnya dijalankan 24 jam setelah Wickremesinghe dilantik, atau tepat sebelum kabinet baru diangkat.
Baca Juga:Presiden Sementara Sri Lanka Umumkan Status Darurat
"Kantor siap dibuka kembali pada Senin. Pengepungan sekretariat yang berlangsung sejak 9 Mei kini telah dicabut," kata seorang pejabat polisi yang menolak disebutkan namanya, seperti dilansir dari AFP.
Baca Juga:Dilantik jadi Presiden Sri Lanka, Ranil: Saya Bukan Teman Rajapaksa
Sumber tersebut juga mengatakan bahwa ahli forensik telah mengunjungi kantor kepresidenan dan sektretariat presiden untuk mengumpulkan bukti kerusakan yang ditimbulkan oleh para pengunjuk rasa.
Sedikitnya 48 orang terluka dan sembilan ditangkap selama operasi berlangsung. Pasukan keamanan juga merobohkan tenda yang didirikan para pengunjuk rasa di luar komplek.
Pasukan bersenjata mulai membersihkan area kantor kepresidenan atas perintah Presiden baru Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe. Operasi militer untuk membersihkan gedung sekretariat dan sekitarnya dijalankan 24 jam setelah Wickremesinghe dilantik, atau tepat sebelum kabinet baru diangkat.
Baca Juga:Presiden Sementara Sri Lanka Umumkan Status Darurat