Fenomena Langka Komet Melintasi Bumi, Ini Penampakannya
Ummu hani
Selasa, 26 Juli 2022 - 17:50 WIB
Fenomena komet melintasi bumi. (Foto: Balai Pengelola Observatorium Nasional (BPON) Kupang untuk data mentah dan M. Rayhan (Planetarium Jakarta) untuk pengolahan citra)
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menangkap pengelihatan adanya komet melintasi Bumi. Fenomena alam ini cukup langka terjadi, bahkan berpuluh-puluh tahun sekali.
Komet merupakan anggota tata surya yang turut mengitari Matahari, seperti halnya Bumi. Dalam perjalanannya, komet melintasi area luar tata surya (outer solar system) ke area dalam Tata Surya (inner solar system), baru melintasi Bumi.
Baca Juga:Fenomena Bediding, Tanda Masuk Musim Kemarau
Peneliti BRIN, Abdul Rachman mengatakan komet yang melintas kali ini adalah Komet C/2017 K2 (PanSTARRS) atau K2. Komet ini diduga berasal dari suatu lokasi di bagian luar Tata Surya yang dinamakan Awan Oort.
"Komet ini melintas terdekat dengan Bumi pada jarak sekitar 2 kali jarak Bumi ke Matahari. Saat ini K2 sedang menuju jarak terdekatnya ke Matahari yang diperkirakan terjadi pada Desember tahun ini," kata Abdul dalam keterangan resminya, Selasa (26/7/2022).
Karena termasuk dalam golongan komet non-periodik, lanjut Abdul, K2 tidak rutin melintas di dekat Bumi, seperti halnya komet-komet periodik. "Sehingga tidak diketahui kapan ia akan melintas di dekat Bumi lagi," tambahnya.
Sebagai informasi, inisial C dari komet tersebut bertipe non-periodik. Adapun angka 2017 menunjukkan tahun ditemukannya, dan kombinasi huruf dan angka K2 menunjukkan urutan ditemukannya pada tahun 2017.
Komet merupakan anggota tata surya yang turut mengitari Matahari, seperti halnya Bumi. Dalam perjalanannya, komet melintasi area luar tata surya (outer solar system) ke area dalam Tata Surya (inner solar system), baru melintasi Bumi.
Baca Juga:Fenomena Bediding, Tanda Masuk Musim Kemarau
Peneliti BRIN, Abdul Rachman mengatakan komet yang melintas kali ini adalah Komet C/2017 K2 (PanSTARRS) atau K2. Komet ini diduga berasal dari suatu lokasi di bagian luar Tata Surya yang dinamakan Awan Oort.
"Komet ini melintas terdekat dengan Bumi pada jarak sekitar 2 kali jarak Bumi ke Matahari. Saat ini K2 sedang menuju jarak terdekatnya ke Matahari yang diperkirakan terjadi pada Desember tahun ini," kata Abdul dalam keterangan resminya, Selasa (26/7/2022).
Karena termasuk dalam golongan komet non-periodik, lanjut Abdul, K2 tidak rutin melintas di dekat Bumi, seperti halnya komet-komet periodik. "Sehingga tidak diketahui kapan ia akan melintas di dekat Bumi lagi," tambahnya.
Sebagai informasi, inisial C dari komet tersebut bertipe non-periodik. Adapun angka 2017 menunjukkan tahun ditemukannya, dan kombinasi huruf dan angka K2 menunjukkan urutan ditemukannya pada tahun 2017.