WHO Minta Negara di Asia Tenggara Perkuat Pengawasan Cacar Monyet
Ummu hani
Selasa, 26 Juli 2022 - 18:45 WIB
Ilustrasi kasus positif cacar monyet atau monkeypox. (Foto: Langit7.id/iStock)
Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) meminta negara-negara di Asia Tenggara untuk memperkuat pengawasan dan langkah-langkah kesehatan terkait mewabahnya cacar monyet atau monkeypox. Wabah cacar monyet dinyatakan sebagai darurat kesehatan dunia sehingga perlu perhatian internasional.
Direktur Regional WHO Wilayah Asia Tenggara, Dr Poonam Khetrapal Singh mengungkapkan empat kasus cacar monyet dilaporkan di wilayah Asia Tenggara. Tiga kasus berasal dari India dan satu dari Thailand.
Baca Juga:Banyak Jangkiti Homoseksual, Cacar Monyet Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global
"Cacar monyet telah menyebar dengan cepat dan ke banyak negara yang belum pernah melihatnya sebelumnya, yang merupakan masalah yang sangat memprihatinkan. Kasus terkonsentrasi di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, mungkin untuk mengurangi penyebaran penyakit lebih lanjut dengan upaya terfokus di antara populasi berisiko," kata Poonam, dalam keterangan resminya, Selasa (26/7/2022).
Secara global, lebih dari 16.000 kasus cacar monyet mewabah di 75 negara. Kasus cacar monyet di India menjangkit warga negara yang pulang dari Timur Tengah.
Meskipun risiko cacar monyet secara global dan di kawasan sedang, lanjut Poonam, potensi penyebaran internasional lebih lanjut adalah nyata. Selain itu, masih banyak yang belum diketahui tentang virus tersebut. "Kita harus tetap waspada dan bersiap untuk menggelar respons intens untuk mengurangi penyebaran cacar monyet lebih lanjut," ucap Poonam.
Baca Juga:Begini Cara Cegah Wabah Cacar Monyet Menurut Pakar IDI
Direktur Regional WHO Wilayah Asia Tenggara, Dr Poonam Khetrapal Singh mengungkapkan empat kasus cacar monyet dilaporkan di wilayah Asia Tenggara. Tiga kasus berasal dari India dan satu dari Thailand.
Baca Juga:Banyak Jangkiti Homoseksual, Cacar Monyet Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global
"Cacar monyet telah menyebar dengan cepat dan ke banyak negara yang belum pernah melihatnya sebelumnya, yang merupakan masalah yang sangat memprihatinkan. Kasus terkonsentrasi di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, mungkin untuk mengurangi penyebaran penyakit lebih lanjut dengan upaya terfokus di antara populasi berisiko," kata Poonam, dalam keterangan resminya, Selasa (26/7/2022).
Secara global, lebih dari 16.000 kasus cacar monyet mewabah di 75 negara. Kasus cacar monyet di India menjangkit warga negara yang pulang dari Timur Tengah.
Meskipun risiko cacar monyet secara global dan di kawasan sedang, lanjut Poonam, potensi penyebaran internasional lebih lanjut adalah nyata. Selain itu, masih banyak yang belum diketahui tentang virus tersebut. "Kita harus tetap waspada dan bersiap untuk menggelar respons intens untuk mengurangi penyebaran cacar monyet lebih lanjut," ucap Poonam.
Baca Juga:Begini Cara Cegah Wabah Cacar Monyet Menurut Pakar IDI