home global news

Kekurangan Devisa, Sri Lanka Batasi Impor BBM 12 bulan ke Depan

Selasa, 26 Juli 2022 - 20:12 WIB
Ilustrasi seseorang membawa jirigen berisikan bahan bakar minyak (BBM). (Foto: Langit7.id/iStock)
Sri Lanka akan membatasi impor bahan bakar minyak (bbm) selama 12 bulan ke depan lantaran kekurangan devisa. Di bawah pemerintahan baru, Sri Lanka masih berusaha mencari jalan keluar dari krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.

Melansir dari Channelnewsasia, Selasa (26/7/2022), Sri Lanka masih berkutat dengan krisis ekonomi dan dampak pandemi Covid-19 yang terjadi selama berbulan-bulan. Akibatnya, negara berpenduduk 22 juta jiwa itu kekurangan kebutuhan pokok, termasuk BBM dan obat-obatan.

Baca Juga:Istana Presiden Sri Lanka Kembali Dibuka Usai Digeruduk Massa

Menteri Tenaga dan Energi Sri Lanka, Kanchana Wijesekera mengumumkan bahwa pemerintah mulai membatasi impor bbm . "Karena masalah valas, impor bahan bakar harus dibatasi dalam 12 bulan ke depan," kata Wijesekera.

Langkah pertama yang diambil pemerintahan Ranil Wickremesinghe ialah sistem penjatahan. Kebijakan ini dilakukan untuk meredakan dampak krisis yang terjadi di Sri Lanka.

Lanka IOC, pengecer bahan bakar terbesar kedua di negara itu, akan mengimpor dua pengiriman bahan bakar masing-masing sekitar 30.000 ton pada Agustus. "Kami bekerja sama dengan pemerintah untuk mengurangi rasa sakit dan prioritas kami adalah memasok ke industri," kata Direktur Pelaksana, Manoj Gupta kepada Reuters.

Baca Juga:Dilantik jadi Presiden Sri Lanka, Ranil: Saya Bukan Teman Rajapaksa
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
impor bbm sri lanka
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya