Sambut Milad AQL, STIQ Ar-Rahman Kirim Mahasiswa KKN ke 14 Desa
Andi Muhammad
Rabu, 27 Juli 2022 - 12:15 WIB
Rektor STIQ Ar-Rahman, Ustaz Haris Renaldi, mengatakan, KKN sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa tingkat akhir. Foto: Dok AQL.
Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rahman mengirim 57 mahasiswa ke 14 desa di Jonggol, Jawa Barat. Mahasiswa yang dikirim tersebut tengah memasuki masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama dua bulan.
Rektor STIQ Ar-Rahman, Ustaz Haris Renaldi, mengatakan, KKN sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa tingkat akhir. Namun bedanya, mahasiswa KKN membawa misi dakwah khusus yang telah disepakati oleh pihak kampus.
Selain melakukan kerja nyata memberdayakan masyarakat, para mahasiswa itu juga menjadi pelopor program Bahagia Khatam Qur’an di setiap desa yang menjadi lokasi KKN. Program tersebut merupakan tema besar Milad AQL Islamic Center yang ke-14 pada 30 Juli 2022 M/1 Muharram 1444 H mendatang.
“Jadi, kegiatan besar dari mahasisiwa saat KKN itu adalah memasifkan program Bahagia Khatam Qur’an,” kata Ustaz Haris saat melepas mahasiswa KKN di Jonggol, Jawa Barat baru-baru ini.
Baca Juga:UGM Deklarasi Kampus Bebas Kekerasan Seksual
Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa itu terlebih dahulu mengikuti karantina Khatam Qur’an selama 10 hari. Itu menjadi salah satu syarat utama sebelum terjun ke lapangan.
“Di mana pada saat mahasiswa 10 hari pembekalan ini, sebelum terjun ke lapangan untuk KKN, mereka wajib khatam Qur’an. Setelah khatam, baru boleh terjun KKN,” ucap Ustaz Haris.
Rektor STIQ Ar-Rahman, Ustaz Haris Renaldi, mengatakan, KKN sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa tingkat akhir. Namun bedanya, mahasiswa KKN membawa misi dakwah khusus yang telah disepakati oleh pihak kampus.
Selain melakukan kerja nyata memberdayakan masyarakat, para mahasiswa itu juga menjadi pelopor program Bahagia Khatam Qur’an di setiap desa yang menjadi lokasi KKN. Program tersebut merupakan tema besar Milad AQL Islamic Center yang ke-14 pada 30 Juli 2022 M/1 Muharram 1444 H mendatang.
“Jadi, kegiatan besar dari mahasisiwa saat KKN itu adalah memasifkan program Bahagia Khatam Qur’an,” kata Ustaz Haris saat melepas mahasiswa KKN di Jonggol, Jawa Barat baru-baru ini.
Baca Juga:UGM Deklarasi Kampus Bebas Kekerasan Seksual
Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa itu terlebih dahulu mengikuti karantina Khatam Qur’an selama 10 hari. Itu menjadi salah satu syarat utama sebelum terjun ke lapangan.
“Di mana pada saat mahasiswa 10 hari pembekalan ini, sebelum terjun ke lapangan untuk KKN, mereka wajib khatam Qur’an. Setelah khatam, baru boleh terjun KKN,” ucap Ustaz Haris.