Pertamina akan Terapkan Digitalisasi di Seluruh Lini Bisnis Perusahaan
Andi Muhammad
Rabu, 27 Juli 2022 - 13:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Keberhasilan Pertamina dalam membangun sistem operasional digital, yaitu shared service (SS) memicu penerapan digitalisasi di seluruh lini bisnis perusahaan. Direktur Utama Pertamina Persero Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina akan terus menggelorakan digitalisasi sebagai tulang punggung perusahaan di seluruh bisnis secara terintegrasi.
"Langkah pertama adalah membuat digitalisasi sebagaibackbone(tulang punggung).Dengan ini kegiatan operasional perusahaan bisa lebih cepat dan tim yang ada kita kerahkan untuk analisa data, tanpa adanya digitalisasi padabackbonemaka proses bisnis akan terkendala pada eksekusi," tutur Nicke dalam acara 'Shared Service Forum 2022' dikutip laman NU, Rabu (27/7/2022).
Iamenambahkan, pembentukanshared servicesadalah tahap pertama. Setelah terbentuk, Pertamina akan mengukur produktivitas kinerjahingga operasionalnya.
Baca Juga:Ini Lokasi 25 SPBU di Bekasi yang Buka Pendaftaran BBM Subsidi
Di lain sisi, Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Persero, Dedi Sunardi mengatakan, programshared servicetidak terlepas dari perjalanan Pertamina untuk restrukturisasi organisasiholdingdansubholding. Menurut dia, banyak pekerjaan yang berulang sehingga membuat pekerjaan menjadi tidak efisien. Untuk itu, digitalisasi menjadi jawabannya.
"Oleh karenanya, kita bangunshared servicessecara bertahap. Dari program ini yang sudah dicapai adalahSLA (Service Level Agreement)layanan terhadap perwira," ujar Dedi.
"Mudah-mudahanSLAyang kita capai bisa terus ditingkatkan dan disempurnakan. Tujuan SS forum ini untuk meningkatkanengagementuntukstakeholder," imbuhnya.
"Langkah pertama adalah membuat digitalisasi sebagaibackbone(tulang punggung).Dengan ini kegiatan operasional perusahaan bisa lebih cepat dan tim yang ada kita kerahkan untuk analisa data, tanpa adanya digitalisasi padabackbonemaka proses bisnis akan terkendala pada eksekusi," tutur Nicke dalam acara 'Shared Service Forum 2022' dikutip laman NU, Rabu (27/7/2022).
Iamenambahkan, pembentukanshared servicesadalah tahap pertama. Setelah terbentuk, Pertamina akan mengukur produktivitas kinerjahingga operasionalnya.
Baca Juga:Ini Lokasi 25 SPBU di Bekasi yang Buka Pendaftaran BBM Subsidi
Di lain sisi, Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Persero, Dedi Sunardi mengatakan, programshared servicetidak terlepas dari perjalanan Pertamina untuk restrukturisasi organisasiholdingdansubholding. Menurut dia, banyak pekerjaan yang berulang sehingga membuat pekerjaan menjadi tidak efisien. Untuk itu, digitalisasi menjadi jawabannya.
"Oleh karenanya, kita bangunshared servicessecara bertahap. Dari program ini yang sudah dicapai adalahSLA (Service Level Agreement)layanan terhadap perwira," ujar Dedi.
"Mudah-mudahanSLAyang kita capai bisa terus ditingkatkan dan disempurnakan. Tujuan SS forum ini untuk meningkatkanengagementuntukstakeholder," imbuhnya.