LANGIT7.ID, Jakarta - Keberhasilan Pertamina dalam membangun sistem operasional digital, yaitu shared service (SS) memicu penerapan digitalisasi di seluruh lini bisnis perusahaan. Direktur Utama Pertamina Persero Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina akan terus menggelorakan digitalisasi sebagai tulang punggung perusahaan di seluruh bisnis secara terintegrasi.
"Langkah pertama adalah membuat digitalisasi sebagai backbone (tulang punggung). Dengan ini kegiatan operasional perusahaan bisa lebih cepat dan tim yang ada kita kerahkan untuk analisa data, tanpa adanya digitalisasi pada backbone maka proses bisnis akan terkendala pada eksekusi," tutur Nicke dalam acara '
Shared Service Forum 2022' dikutip laman NU, Rabu (27/7/2022).
Ia menambahkan, pembentukan
shared services adalah tahap pertama. Setelah terbentuk, Pertamina akan mengukur produktivitas kinerja hingga operasionalnya.
Baca Juga: Ini Lokasi 25 SPBU di Bekasi yang Buka Pendaftaran BBM SubsidiDi lain sisi, Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Persero, Dedi Sunardi mengatakan, program shared service tidak terlepas dari perjalanan Pertamina untuk restrukturisasi organisasi holding dan subholding. Menurut dia, banyak pekerjaan yang berulang sehingga membuat pekerjaan menjadi tidak efisien. Untuk itu, digitalisasi menjadi jawabannya.
"Oleh karenanya, kita bangun shared services secara bertahap. Dari program ini yang sudah dicapai adalah SLA (
Service Level Agreement) layanan terhadap perwira," ujar Dedi.
"Mudah-mudahan SLA yang kita capai bisa terus ditingkatkan dan disempurnakan. Tujuan SS forum ini untuk meningkatkan
engagement untuk stakeholder," imbuhnya.
Shared Services Pertamina saat ini merupakan salah satu SS yang terbesar di Indonesia. Sejak dibangun pada tahun 2018 hingga saat ini telah memiliki 49 layanan dan telah implementasi di lebih dari 50 entitas bisnis.
Baca Juga: Ahyudin Cs Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan Dana ACT(zhd)