Ambil Alih dari Chevron, Pertamina Resmi Kelola Blok Rokan
Ajeng ritzki
Senin, 09 Agustus 2021 - 16:10 WIB
Ilustrasi aktivitas pengeboran di ladang minyak Foto: Langit7.id/Istock
Hari ini menjadi salah satu sejarah dalam industri hulu migas Indonesia. Setelah Blok Rokan di Riau dikuasai asing selama 80 tahun atau pada 1941 sejak ditemukan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) , kini pengelolaannya beralih ke PT Pertamina.
Mulai 9 Agustus 2021 pukul 00.01 WIB, operasional wilayah kerja (WK) andalan nasional itu beralih ke PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengapresiasi alih kelola Blok Rokan di Riau sebagai prestasi industri hulu minyak dan gas di Indonesia.
"Hari ini merupakan salah satu tonggak sejarah industri hulu migas Indonesia, karena setelah Caltex dan kemudian PT CPI mengelola Rokan selama 80 tahun maka pengelolaan salah satu WK terbesar di Indonesia ini selanjutnya diserahkan kepada BUMN, Pertamina melalui PHR," ujar Arifin saat seremoni Alih Kelola WK Rokan yang diselenggarakan secara hybrid atau campuran daring dan luring di Pekanbaru, Riau, dan Jakarta, Minggu (8/8) malam seperti dilansir Antara News.
Berdasar laman Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (9/8), dukungan pengelolaan Rokan ke depan terlihat dari kehadiran pemangku kepentingan dalam seremoni tersebut.
Selain Menteri ESDM, hadir pula pimpinan dan anggota Komisi VII DPR, Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, Gubernur Riau Syamsuar, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Presdir CPI Albert Simandjuntak, dan Dirut PHR Jaffe Suardin Arizona.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 1923 K/10/MEM/2018 tertanggal 6 Agustus 2018, pemerintah memutuskan Pertamina melalui afiliasinya PHR sebagai pengelola Rokan setelah 8 Agustus 2021 dengan kepemilikan hak partisipasi (participating interest/PI) 100 persen, termasuk 10 persen yang akan ditawarkan ke BUMD.
Mulai 9 Agustus 2021 pukul 00.01 WIB, operasional wilayah kerja (WK) andalan nasional itu beralih ke PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengapresiasi alih kelola Blok Rokan di Riau sebagai prestasi industri hulu minyak dan gas di Indonesia.
"Hari ini merupakan salah satu tonggak sejarah industri hulu migas Indonesia, karena setelah Caltex dan kemudian PT CPI mengelola Rokan selama 80 tahun maka pengelolaan salah satu WK terbesar di Indonesia ini selanjutnya diserahkan kepada BUMN, Pertamina melalui PHR," ujar Arifin saat seremoni Alih Kelola WK Rokan yang diselenggarakan secara hybrid atau campuran daring dan luring di Pekanbaru, Riau, dan Jakarta, Minggu (8/8) malam seperti dilansir Antara News.
Berdasar laman Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (9/8), dukungan pengelolaan Rokan ke depan terlihat dari kehadiran pemangku kepentingan dalam seremoni tersebut.
Selain Menteri ESDM, hadir pula pimpinan dan anggota Komisi VII DPR, Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, Gubernur Riau Syamsuar, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Presdir CPI Albert Simandjuntak, dan Dirut PHR Jaffe Suardin Arizona.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 1923 K/10/MEM/2018 tertanggal 6 Agustus 2018, pemerintah memutuskan Pertamina melalui afiliasinya PHR sebagai pengelola Rokan setelah 8 Agustus 2021 dengan kepemilikan hak partisipasi (participating interest/PI) 100 persen, termasuk 10 persen yang akan ditawarkan ke BUMD.