WHO Sebut Butuh Respons Serius Hentikan Wabah Cacar Monyet
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 29 Juli 2022 - 13:06 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Direktur JenderalOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut wabah cacar monyet (monkeypox) bisa dihentikan jika ada respons serius dari tiap individu, komunitas, dan negara.
Hal tersebut disampaikan Tedros dalam sambutan pembukaan pada sebuah media briefing, Rabu (27/7/2022). Tedros mengatakan bahwa lebih dari 18.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan lebih dari 70 persen berasal dari kawasan Eropa, dan 25 persen dari Amerika.
Baca juga: Wabah Cacar Monyet Bisa Dihentikan, Begini Solusi WHO
WHO menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (public health emergency of international concern/PHEIC) pada Sabtu lalu. PHEIC merupakan level peringatan tertinggi yang dapat dikeluarkan oleh badan kesehatan PBB tersebut.
Sejauh ini dilaporkan dilaporkan lima kematian, dan sekitar 10 persen kasus dirawat dirumah sakit untuk penanganan nyeri yang diakibatkan oleh penyakit itu.
Wabah cacar monyet, saat ini, masih terkonsentrasi pada kelompok pria yang berhubungan seks sesama jenis. Namun, menurut Kepala Teknis Urusan Cacar Monyet WHO Rosamund Lewis kasus tersebut tidak terjadi di semua tempat.
Cacar monyet dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala, termasuk nyeri yang menyakitkan. Bahkan, di sebagian orang mengalami gejala serius yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Tedros dalam sambutan pembukaan pada sebuah media briefing, Rabu (27/7/2022). Tedros mengatakan bahwa lebih dari 18.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan lebih dari 70 persen berasal dari kawasan Eropa, dan 25 persen dari Amerika.
Baca juga: Wabah Cacar Monyet Bisa Dihentikan, Begini Solusi WHO
WHO menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (public health emergency of international concern/PHEIC) pada Sabtu lalu. PHEIC merupakan level peringatan tertinggi yang dapat dikeluarkan oleh badan kesehatan PBB tersebut.
Sejauh ini dilaporkan dilaporkan lima kematian, dan sekitar 10 persen kasus dirawat dirumah sakit untuk penanganan nyeri yang diakibatkan oleh penyakit itu.
Wabah cacar monyet, saat ini, masih terkonsentrasi pada kelompok pria yang berhubungan seks sesama jenis. Namun, menurut Kepala Teknis Urusan Cacar Monyet WHO Rosamund Lewis kasus tersebut tidak terjadi di semua tempat.
Cacar monyet dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala, termasuk nyeri yang menyakitkan. Bahkan, di sebagian orang mengalami gejala serius yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan.