LANGIT7.ID - , Jakarta - Direktur Jenderal
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut wabah
cacar monyet (monkeypox) bisa dihentikan jika ada respons serius dari tiap individu, komunitas, dan negara.
Hal tersebut disampaikan Tedros dalam sambutan pembukaan pada sebuah media briefing, Rabu (27/7/2022). Tedros mengatakan bahwa lebih dari 18.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan lebih dari 70 persen berasal dari kawasan Eropa, dan 25 persen dari Amerika.
Baca juga: Wabah Cacar Monyet Bisa Dihentikan, Begini Solusi WHOWHO menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (public health emergency of international concern/PHEIC) pada Sabtu lalu. PHEIC merupakan level peringatan tertinggi yang dapat dikeluarkan oleh badan kesehatan PBB tersebut.
Sejauh ini dilaporkan dilaporkan lima kematian, dan sekitar 10 persen kasus dirawat di
rumah sakit untuk penanganan nyeri yang diakibatkan oleh penyakit itu.
Wabah cacar monyet, saat ini, masih terkonsentrasi pada kelompok
pria yang berhubungan seks sesama jenis. Namun, menurut Kepala Teknis Urusan Cacar Monyet WHO Rosamund Lewis kasus tersebut tidak terjadi di semua tempat.
Cacar monyet dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala, termasuk nyeri yang menyakitkan. Bahkan, di sebagian orang mengalami gejala serius yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan.
WHO juga menjelaskan kelompok risiko tinggi yang terkena infeksi ini termasuk
wanita hamil, anak-anak, dan orang gangguan sistem kekebalan. Cara terbaik untuk menghindari terinfeksi adalah dengan mengurangi risiko paparan.
WHO sedang bekerja sama dengan negara-negara anggota dan UE dalam merilis vaksin dan dengan sejumlah mitra untuk menentukan mekanisme koordinasi global.
Baca juga: WHO Belum Rekomendasikan Vaksinasi Massal Cacar Monyet, Ini AlasannyaWHO juga merekomendasikan vaksinasi tertarget bagi mereka yang terpapar cacar monyet dari seseorang, dan bagi mereka yang berisiko tinggi terpapar.
Lewis mengatakan bahwa saat ini sekitar 16,4 juta vaksin tersedia dalam bentuk bulk atau bahan baku, tetapi perlu diselesaikan menjadi siap pakai.
Sejumlah negara yang saat ini memproduksi vaksin adalah Denmark, Jepang, dan Amerika Serikat. WHO saat ini belum merekomendasikan vaksinasi massal cacar monyet. (Sumber: Antaranews).
(est)