LANGIT7.ID, Jakarta -
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksinasi untuk cacar monyet atau monkeypox di sejumlah negara. Vaksinasi diberikan dengan target khusus, ketika kasus cacar monyet mencapai lebih dari 18.000 di 78 negara.
Direktur Jenderal WHO,
Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan vaksin cacar monyet hanya disarankan untuk masyarakat terinfeksi dan mereka yang berisiko tinggi terpapar, termasuk petugas kesehatan, dan pekerja laboratorium. "Saat ini, kami tidak merekomendasikan vaksinasi massal terhadap cacar monyet," ujar Tedros, melansir dari UN, Kamis (28/7/2022).
Baca Juga: Menkes Ungkap Vaksin Cacar Efektif Cegah MonkeypoxNamun, WHO masih kekurangan data tentang efektivitas vaksin
cacar monyet, atau berapa dosis yang mungkin diperlukan. "Itu sebabnya kami mendesak semua negara yang menggunakan vaksin untuk mengumpulkan dan berbagi data penting tentang efektivitasnya," kata Tedros.
WHO juga mengembangkan kerangka penelitian yang dapat digunakan negara-negara untuk menghasilkan data diperlukan. Ini memungkinkan setiap negara dapat lebih memahami seberapa efektif vaksin dalam mencegah infeksi cacar monyet.
Tedros menekankan vaksinasi tidak memberikan perlindungan instan terhadap infeksi atau penyakit. "Artinya mereka yang divaksinasi harus terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri, menghindari kontak dekat, termasuk hubungan seks, dengan orang lain yang memiliki atau berisiko terkena Monkeypox," ucap Tedros.
Baca Juga: WHO Minta Negara di Asia Tenggara Perkuat Pengawasan Cacar MonyetSaat ini, satu vaksin cacar jenis MVA-BN telah disetujui di Kanada, Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk digunakan melawan Monkeypox. Sementara dua vaksin lainnya, LC16 dan ACAM2000, sedang dipertimbangkan.
Secara global, ada sekitar 16 juta dosis vaksin cacar MVA-BN sebagian besar dalam bentuk curah. Artinya, itu akan memakan waktu beberapa bulan untuk proses siap dipakai masyarakat. Untuk itu, WHO meminta kepada negara yang memiliki vaksin cacar untuk dibagikan ke berbagai negara lainnya.
"WHO mendesak negara-negara yang memiliki vaksin cacar untuk membaginya dengan negara-negara yang tidak (memiliki). Kita harus memastikan akses yang adil ke vaksin untuk semua individu dan komunitas yang terkena Monkeypox, di semua wilayah," tutur Tedros.
Baca Juga:
Begini Cara Cegah Wabah Cacar Monyet Menurut Pakar IDI
WHO Tetapkan Wabah Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global(asf)