Yuk, Serius Jalani Pola Hidup Ala Rasulullah SAW Mulai Sekarang
Dwitisya Rizky Desindatika
Kamis, 28 Juli 2022 - 10:50 WIB
Ilustrasi makan dalam porsi kecil. Nabi Muhammad menekankan pentingnya makan, bahkan bukan dalam kadar secukupnya, melainkan sedikit, untuk mencegah penyakit. Foto: H.A.W.A.uk.
Mashyur dalam Sirah Nabawiyah bahwa Nabi Muhammad SAW nyaris tidak pernah sakit. Seumur hidup Nabi Muhammad SAW hanya mengalami dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi. Kedua, yakni sakit menjelang beliau wafat.
Sebagai umatnya, sudah seharusnya untuk mengikuti pola hidup yang terbukti menyehatkan. Berikut jurus sehat ala Nabi Muhammad menurut dokter sekaligus pendakwah dr Zaidul Akbar, seperti dilansir di akun instagrammnya @zaidulakbar
Makan dengan bijaksana
Nabi Muhammad menekankan pentingnya makan, bahkan bukan dalam kadar secukupnya, melainkan sedikit, untuk mencegah penyakit.
Nabi pernah mengingatkan bahwa tidak ada bencana yang lebih buruk dari perut manusia. Beliau bersabda, "Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas." (HR Ibnu Majah).
Zaidul mengungkapkan, banyak makan merupakan salah satu penyebab dari turunnya iman. "Makanya salah satu penyebab atau turunnya iman adalah banyaknya makan. Itu sebabnya Nabi itu enggak pernah kenyang seumur hidupnya. Itu penting," tulis dia di akunnya.
Makan secara perlahan dan berhenti sebelum kenyang
Sebagai umatnya, sudah seharusnya untuk mengikuti pola hidup yang terbukti menyehatkan. Berikut jurus sehat ala Nabi Muhammad menurut dokter sekaligus pendakwah dr Zaidul Akbar, seperti dilansir di akun instagrammnya @zaidulakbar
Makan dengan bijaksana
Nabi Muhammad menekankan pentingnya makan, bahkan bukan dalam kadar secukupnya, melainkan sedikit, untuk mencegah penyakit.
Nabi pernah mengingatkan bahwa tidak ada bencana yang lebih buruk dari perut manusia. Beliau bersabda, "Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas." (HR Ibnu Majah).
Zaidul mengungkapkan, banyak makan merupakan salah satu penyebab dari turunnya iman. "Makanya salah satu penyebab atau turunnya iman adalah banyaknya makan. Itu sebabnya Nabi itu enggak pernah kenyang seumur hidupnya. Itu penting," tulis dia di akunnya.
Makan secara perlahan dan berhenti sebelum kenyang