home edukasi & pesantren

PWNU Soroti Fenomena Pesantren Megah tapi Miskin Spiritual

Kamis, 04 Agustus 2022 - 11:08 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyoroti fenomena hedonimse di kalangan pesantren. Kecenderungan pemilik, pengurus, dan santri kepada hal-hal yang duniawi dinilai melemahkan karakter dan kualitas pendidikan pesantren.

Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Syamsul Ma`arif menjelaksan, saat ini banyak bermunculan ‘pseudo pesantren’, yakni berdiri sebagai pesantren, tapi metode pendidikannya jauh dari karakter pesantren. Ia mengungkapkan, banyak terjadi fenomena pesantren megah secara fisik, tapi miskin spiritual.

“Sekarang ini mengalami sebuah dinamika yang cukup mendapatkan perhatian secara khusus karena pesantren sekarang dimiliki tidak ansich semata-mata oleh para Kiai, tetapi semua bisa mendirikan pesantren,” ujarnya dalam diskusi Pseudo Pesantren, Membongkar Pesantren ‘Palsu’, Rabu (3/8/2022).

Baca Juga:Tafsir Al-Baqarah Ayat 217: Makna Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan

Kiai Syamsul menilai, keinginan orangtua agar anaknya mendapat fasilitas fisik yang mumpuni banyak mengubah konsep pesantren. Sehingga, masyarakat lebih banyak melihat kelengkapan fasilitas daripada kualitas pengajar dan sejarahnya.

“Akhir-akhir ini muncul pesantren yang bermasalah, artinya banyak menimbulkan problem-problem baik problem sosial maupun problem keagamaan,” imbuhnya.

Kiai Syamsul juga mengkritik gaya hidup sebagian kiai atau pengurus pesantren yang senang bermewah-mewahan. Karakter inilah yang membedakan dengan pesantren zaman dahulu di mana para kiai pendirinya betul-betul matang secara spiritual.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pwnu dki jakarta ponpes pesantren pesantren elite
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya