Jali-Jali Fest 2022, Respons Jakarta sebagai Kota Literasi
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 04 Agustus 2022 - 18:50 WIB
Jali-Jali Fest 2022 menjadi respons Jakarta sebagai yang dinobatkan sebagai Kota Literasi. Foto: Langit7/Fifiyanti Abdurahman.
Indonesian Writers INC, Baca Di Tebet serta Dinas Perhubungan dan Kearsipan DKI Jakarta menggelar acara Literatur Jali-Jali Fest 2022, pada 3-7 Agustus 2022.
Co-Founder & COO Indonesian Writers INC Yuli Andyono mengatakan acara tersebut dilakukan dalam rangka merespons Jakarta sebagai City of Literature atau Kota Sastra Dunia yang dinobatkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Baca juga: Islamic Book Fair Jaga Nyala Perbukuan dan Literasi Islam Pascapandemi
"Ini kita buat untuk merespon Jakarta sebagai Kota Literasi, Literasi Dunia yang dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," ujar Yuli kepada Langit7 di Jakarta, Kamis (4/8/2022).
Di samping itu, lanjut Yuli, Jali-Jali Fest 2022 dibuat untuk mengangkat kesadaran literasi masyarakat.
"Acara ini tidak terbatas umur. Berapapun umurnya, kita harus melekliterasi," terang Yuli.
Terkait pemilihan tema, penyelenggara acara mengangkat sesuai fenomena yang ada mulai dari memoar, kuliner, musik, desain dan gaya hidup.
Co-Founder & COO Indonesian Writers INC Yuli Andyono mengatakan acara tersebut dilakukan dalam rangka merespons Jakarta sebagai City of Literature atau Kota Sastra Dunia yang dinobatkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Baca juga: Islamic Book Fair Jaga Nyala Perbukuan dan Literasi Islam Pascapandemi
"Ini kita buat untuk merespon Jakarta sebagai Kota Literasi, Literasi Dunia yang dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," ujar Yuli kepada Langit7 di Jakarta, Kamis (4/8/2022).
Di samping itu, lanjut Yuli, Jali-Jali Fest 2022 dibuat untuk mengangkat kesadaran literasi masyarakat.
"Acara ini tidak terbatas umur. Berapapun umurnya, kita harus melekliterasi," terang Yuli.
Terkait pemilihan tema, penyelenggara acara mengangkat sesuai fenomena yang ada mulai dari memoar, kuliner, musik, desain dan gaya hidup.