Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Diatas Angka Inflasi
Hasanah syakim
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 21:15 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: ekon.go.id)
Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartar II tahun 2022 berada sedikit di atas 5 persen. Hal ini berkat peningkatan konsumsi masyarakat dan membaiknya kinerja industri manufaktur.
Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto menyampaikan angka tersebut masih berada di atas angka inflasi tahunan per Juli 2022 yang berada pada level 4,94 persen.
“Kita masih menjaga inflasi kita saat ini masih di sekitar 4,9 (persen). Namun, kita lihat pertumbuhan ekonomi kita masih sedikit di atas 5 persen," katanya dalam keterangan resmi dikutip Jum'at (5/8/2022).
Baca juga: OJK Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Menurut Airlangga, BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi di Q2, tapi pemerintah dengan Indeks Keyakinan Konsumen juga baik dan PMI (purchasing manager index) di 51,3.
"Kami optimistis angkanya (pertumbuhan ekonomi) di atas 5 persen, kenaikan inflasi dipicu oleh kenaikan beberapa komoditas pangan dan energi," ujarnya.
Kendati demikian, hingga saat ini pemerintah terus mempertahankan daya beli masyarakat untuk kedua komoditas tersebut melalui sejumlah subsidi sebagai jaring pengaman sosial.
Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto menyampaikan angka tersebut masih berada di atas angka inflasi tahunan per Juli 2022 yang berada pada level 4,94 persen.
“Kita masih menjaga inflasi kita saat ini masih di sekitar 4,9 (persen). Namun, kita lihat pertumbuhan ekonomi kita masih sedikit di atas 5 persen," katanya dalam keterangan resmi dikutip Jum'at (5/8/2022).
Baca juga: OJK Siap Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Menurut Airlangga, BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi di Q2, tapi pemerintah dengan Indeks Keyakinan Konsumen juga baik dan PMI (purchasing manager index) di 51,3.
"Kami optimistis angkanya (pertumbuhan ekonomi) di atas 5 persen, kenaikan inflasi dipicu oleh kenaikan beberapa komoditas pangan dan energi," ujarnya.
Kendati demikian, hingga saat ini pemerintah terus mempertahankan daya beli masyarakat untuk kedua komoditas tersebut melalui sejumlah subsidi sebagai jaring pengaman sosial.