LANGIT7.ID, Jakarta - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
Mahendra Siregar mengatakan pihaknya percaya diri mampu membangun sinergi secara utuh dengan berbagai pihak dalam mengembangkan perekonomian Tanah Air.
Menurut Mahendra, kepercayaan yang diberikan pemerintah bisa menjadi bekal menghadapi kondisi ekonomi saat ini.
"Bapak Wakil Presiden memberikan suatu bekal kepercayaan dan keyakinan bagi kami, dalam membangun sinergi secara utuh di perekonomian kita menjadi lebih kuat menghadapi kondisi yang semakin bergejolak ke depannya di tingkat global,” kata Mahendra dalam keterangan persnya dikutip Jum'at (5/8/2022).
Baca Juga: RUU Omnibus Law Sektor Keuangan Berpotensi Lemahkan Perbankan SyariahMahendra mengatakan harapan pemerintah terhadap penguatan sektor jasa keuangan agar semakin kuat di tengah tantangan ekonomi global. Menurutnya, bagaiman harapan dan keinginan pemerintah untuk melihat sektor jasa keuangan semakin kuat.
"Beliau mengingatkan pentingnya peran dan kesehatan kondisi sektor jasa keuangan di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan,” ungkap Mahendra.
Dia menyebutkan Wapres memiliki perhatian kepada sektor dan usaha keuangan syariah, serta peranannya secara langsung yang dapat dirasakan masyarakat, hingga menyentuh kebutuhan level yang paling bawah.
“Bapak Wapres juga memberikan perhatian khusus kepada sektor ataupun usaha keuangan berbasis syariah yang memang secara menyeluruh semakin besar peran dan kontribusinya dalam keseluruhan sektor jasa keuangan di Indonesia,” tutur Mahendra.
Mahendra menuturkan bahwa dirinya memberikan laporan kepada wapres mengenai berbagai hal yang menjamin adanya kepastian dan kontribudi dari keuangan syariah. Terlebih, kepada masyarakat dan perekonomian nasional seperti prioritas OJK menjaga tata kelola keuangan.
“Kami melaporkan bagaimana prioritas dari OJK untuk melihat pertumbuhan, perkembangan dari keuangan syariah yang semakin kuat, kompetitif, dan menjaga kesehatan kondisi keuangan dan tata kelola yang semakin baik lagi,” terangnya.
Baca Juga: BSI Siap Dukung Pengembangan Industri Halal di Tanah Air Sementara itu, terkait peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, Mahendra menjelaskan OJK akan terus memberikan literasi melalui berbagai lembaga keuangan yang ada, baik di tingkat bank hingga lembaga keuangan mikro.
“Kami melaporkan dan menjelaskan bagaimana prioritas ke depan untuk aspek literasi, inklusi dan juga pemahaman mengenai keuangan syariah kepada masyarakat secara umum yang menjadi program prioritas OJK, maupun juga untuk melakukan kerja sama koordinasi dengan berbagai pihak,” kata Mahendra.
Mahendra memaparkan data peningkatan kontribusi keuangan syariah dalam keseluruhan pemberian jasa keuangan, yaitu sektor perbankan yang sudah melampaui 6 persen.
"OJK akan terus mengupayakan pengembangan potensi tersebut baik pada sektor prioritas perbankan maupun juga non-perbankan," paparnya.
Menurut Mahendra, secara historis sudah lebih besar daripada sebelumnya, tetapi dibandingkan potensi yang ada, masih banyak yang harus dikembangkan lebih lanjut.
(sof)