Amalan 10 Muharram untuk Para Suami Bukan Cuma Puasa Asyura
Mahmuda attar hussein
Ahad, 07 Agustus 2022 - 14:30 WIB
Ilustrasi amalan suami istri pada 10 Muharram. (Foto: iStock).
Ada amalan yang bisa dikerjakan kaum muslimin, khususnya para suami pada 10 Muharram. Selain puasa Asyura, hal lainnya menambah uang belanja untuk keluarga.
Seperti diketahui, 1 Muharram 1444 Hijriah jatuh pada 30 Juli 2022. Maka, 10 Muharram akan jatuh pada esok hari, Senin (8/8/2022).
"Di antara amalan itu ada dua hal yang disebutkan, yakni puasa Asyura dan menambah uang belanja untuk keluarga," kata Habib Muhammad bin Farid al-Muthohar dikanal YouTube NU Online, Ahad (8/8/2022).
Hal itu disebutkan dalam tulisan Syekh Nawawi al-Bantani yang menjelaskan bahwa ada 12 amal yang bisa dikerjakan di hari Asyura.
Baca Juga: 10 Muharram Jatuh Besok, Yuk Borong 7 Amalan di Hari Asyura
Adapun amalan yang dimaksudkan itu adalah salat dan yang lebih utama ialah salat tasbih, puasa Asyura, sedekah, melapangkan nafkah keluarga, mandi, berkunjung pada orang alim yang salih, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memakai celak, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas seribu kali, dan silaturahim.
Imam asy-Syarwani menjelaskan, tujuan melapangkan nafkah keluarga di hari Asyura adalah agar Allah melapangkan kepada orang tersebut di hari-hari yang lain dalam satu tahun.
Seperti diketahui, 1 Muharram 1444 Hijriah jatuh pada 30 Juli 2022. Maka, 10 Muharram akan jatuh pada esok hari, Senin (8/8/2022).
"Di antara amalan itu ada dua hal yang disebutkan, yakni puasa Asyura dan menambah uang belanja untuk keluarga," kata Habib Muhammad bin Farid al-Muthohar dikanal YouTube NU Online, Ahad (8/8/2022).
Hal itu disebutkan dalam tulisan Syekh Nawawi al-Bantani yang menjelaskan bahwa ada 12 amal yang bisa dikerjakan di hari Asyura.
Baca Juga: 10 Muharram Jatuh Besok, Yuk Borong 7 Amalan di Hari Asyura
Adapun amalan yang dimaksudkan itu adalah salat dan yang lebih utama ialah salat tasbih, puasa Asyura, sedekah, melapangkan nafkah keluarga, mandi, berkunjung pada orang alim yang salih, menjenguk orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memakai celak, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas seribu kali, dan silaturahim.
Imam asy-Syarwani menjelaskan, tujuan melapangkan nafkah keluarga di hari Asyura adalah agar Allah melapangkan kepada orang tersebut di hari-hari yang lain dalam satu tahun.