Bangun Masjid Berkonsep Kekinian, Mandiri Syariah Gelontorkan Dana Rp10 Miliar
Andi Muhammad
Senin, 08 Agustus 2022 - 12:45 WIB
PT Bank Mandiri Syariah Indonesia mendirikan sebuah masjid modern nan kekinian dengan menggolontorkan dana sebesar Rp10 miliar. Foto: Istimewa.
PT Bank Mandiri Syariah Indonesia mendirikan sebuah masjid modern nan kekinian dengan menggolontorkan dana sebesar Rp10 miliar. Bangunan Masjid ini terbilang anti mainstream karena bentuknya yang menyerupai kubus dan tanpa kubah di atasnya.
Tampak dari luar, bagian atas masjid dikelilingi ornamen modern kekinian berwarna putih disertai corak batik. Sarana ibadah umat muslim ini berlokasi di Rest Area Tol Cipularang KM 88A dan diresmikan pada 17 Desember 2020 lalu.
Dari perincian dana sebesar Rp10 miliar, 36 persen berasal dari wakaf nasabah dan 64 persen berasal dari wakaf pegawai Mandiri Syariah dan Perusahaan.
Baca Juga:Masjid Raya KH Hasyim Asyari Fasilitasi Infak Jamaah dengan QRIS
Masjid yang memiliki karakter kuat ini berdiri di atas lahan seluas 2.500 meter persegi, desain bangunan seluas 21 meter x 21 meter ini menggunakan konsep modern namun tetap mengusung kearifan lokal. Ini terlihat dari penggunaan batu bata terracotta yang berasal dari Majalengka.
Kapasitas masjid ini dapat menampung total 1.300 jamaah di lantai satu, lantai dua, dan selasar. Masjid juga dilengkapi fasilitas wudu pria dan wanita, kantor sekretariat, children playground, ATM Center, taman, dan area hijau.
Masjid yang dibangun selama kurang lebih lima bulan ini ditujukan untuk mengakomodir kebutuhan beribadah masyarakat di tengah perjalanan menuju Bandung, Garut, Tasikmalaya dan kota-kota lain di sepanjang Jalur Selatan. Berdasarkan data Jasa Marga, jumlah rata-rata kendaraan yang melintas di ruas tol Jakarta-Cipularang mencapai kurang lebih 40 ribu setiap harinya.
Tampak dari luar, bagian atas masjid dikelilingi ornamen modern kekinian berwarna putih disertai corak batik. Sarana ibadah umat muslim ini berlokasi di Rest Area Tol Cipularang KM 88A dan diresmikan pada 17 Desember 2020 lalu.
Dari perincian dana sebesar Rp10 miliar, 36 persen berasal dari wakaf nasabah dan 64 persen berasal dari wakaf pegawai Mandiri Syariah dan Perusahaan.
Baca Juga:Masjid Raya KH Hasyim Asyari Fasilitasi Infak Jamaah dengan QRIS
Masjid yang memiliki karakter kuat ini berdiri di atas lahan seluas 2.500 meter persegi, desain bangunan seluas 21 meter x 21 meter ini menggunakan konsep modern namun tetap mengusung kearifan lokal. Ini terlihat dari penggunaan batu bata terracotta yang berasal dari Majalengka.
Kapasitas masjid ini dapat menampung total 1.300 jamaah di lantai satu, lantai dua, dan selasar. Masjid juga dilengkapi fasilitas wudu pria dan wanita, kantor sekretariat, children playground, ATM Center, taman, dan area hijau.
Masjid yang dibangun selama kurang lebih lima bulan ini ditujukan untuk mengakomodir kebutuhan beribadah masyarakat di tengah perjalanan menuju Bandung, Garut, Tasikmalaya dan kota-kota lain di sepanjang Jalur Selatan. Berdasarkan data Jasa Marga, jumlah rata-rata kendaraan yang melintas di ruas tol Jakarta-Cipularang mencapai kurang lebih 40 ribu setiap harinya.