Hikmah Rahmani: Terkadang Melenakan, Pujian Hakikatnya Ujian
Redaksi
Senin, 08 Agustus 2022 - 16:53 WIB
Pujian memang terkadang mengasyikkan bagi sebagian orang, namun ternyata pada hakikatnya pujian adalah melenakan. Pujian adalah ujian. Foto: Langit7/iStock.
Pujian memang terkadang mengasyikkan bagi sebagian orang, namun ternyata pada hakikatnya pujian adalah melenakan. Pujian adalah ujian.
Oleh: Abdul Rahman Habsyi
Tidak dimungkiri setiap manusia terkadang ingin mendapatkan pujian atas kebaikan yang dilakukannya atau kesuksesan yang diraihnya.
Dan setiap manusia juga terdapat keinginan untuk memuji seseorang. Namun perlu diingat tak selamanya pujian itu menguntungkan.
Senang mendapat pujian dan disanjung merupakan fitrah manusia. Dengan pujian, seseorang merasa keberadaannya penting dan bermanfaat bagi orang lain, sekaligus dapat menjadi motivasi agar menjadi lebih baik lagi.
Dalam Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha'illah As-Sakandari dikatakan: "Ketahuilah bahwa manusia biasa memujimu karena itulah yang mereka lihat secara lahir darimu. Seharusnya, engkau menjadikan dirimu itu cambuk dari pujian tersebut. Karena itu ingatlah, orang yang paling bodoh itu adalah yang dirinya itu merasa yakin akan pujian manusia kepadanya, padahal ia sendiri yakin akan kekurangan dirinya.”
Baca Juga:Hikmah Rahmani: Memaafkan akan Perbaiki Keadaan dan Permudah Masa Depan
Oleh: Abdul Rahman Habsyi
Tidak dimungkiri setiap manusia terkadang ingin mendapatkan pujian atas kebaikan yang dilakukannya atau kesuksesan yang diraihnya.
Dan setiap manusia juga terdapat keinginan untuk memuji seseorang. Namun perlu diingat tak selamanya pujian itu menguntungkan.
Senang mendapat pujian dan disanjung merupakan fitrah manusia. Dengan pujian, seseorang merasa keberadaannya penting dan bermanfaat bagi orang lain, sekaligus dapat menjadi motivasi agar menjadi lebih baik lagi.
Dalam Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha'illah As-Sakandari dikatakan: "Ketahuilah bahwa manusia biasa memujimu karena itulah yang mereka lihat secara lahir darimu. Seharusnya, engkau menjadikan dirimu itu cambuk dari pujian tersebut. Karena itu ingatlah, orang yang paling bodoh itu adalah yang dirinya itu merasa yakin akan pujian manusia kepadanya, padahal ia sendiri yakin akan kekurangan dirinya.”
Baca Juga:Hikmah Rahmani: Memaafkan akan Perbaiki Keadaan dan Permudah Masa Depan