Dapatkan Hidayah, Ini Kisah 7 Mualaf Indonesia Memilih Islam
Andi Muhammad
Selasa, 09 Agustus 2022 - 08:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Menjadi mualaf merupakan suatu anugerah yang sangat mahal bagi mereka yang mendapatkan hidayah, karena hidayah tidak kunjung datang apabila seseorang tidak berusaha mencarinya. Sama seperti halnya yang terjadi pada tujuh pendeta yang akan dibahas pada artikel ini.
Islam mengajarkan tentang akhlak kasih sayang dan toleransi antar umat beragama dengan tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan hadis. Melansir dari berbagai sumber, berikut tujuh pendeta yang mantapkan dirinya menjadi seorang mualaf:
1. Agustinus Christofel Kainama
Pendeta yang satu ini menjadi seorang mualaf bukan karena mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Melainkan karena dirinya memperdalam Injil sebagai bentuk cinta yang besar kepada Tuhannya kala itu. Saat mempelajari Injil lebih mendalam, dia mendapatkan bahwa Nabi Isa alaihissalam ternyata menjalankan puasa, salat, khitan, wudu, tahajud, dan bersedekah sebagaimana yang dilakukan umat muslim pada umumnya.
Baca Juga:Berganti Nama Malik Abdul Aziz, Ini Kisah Petinju Leher Beton Jadi Mualaf
Atas petunjuk Allah, akhirnya dia membulatkan tekad untuk memeluk Islam dengan mendatangi Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Kainama mengucapkan dua kalimat syahadat pada 26 Agustus 2009 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan di Masjid Agung Sunda Kelapa.
2. Petrus Kali
Islam mengajarkan tentang akhlak kasih sayang dan toleransi antar umat beragama dengan tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan hadis. Melansir dari berbagai sumber, berikut tujuh pendeta yang mantapkan dirinya menjadi seorang mualaf:
1. Agustinus Christofel Kainama
Pendeta yang satu ini menjadi seorang mualaf bukan karena mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Melainkan karena dirinya memperdalam Injil sebagai bentuk cinta yang besar kepada Tuhannya kala itu. Saat mempelajari Injil lebih mendalam, dia mendapatkan bahwa Nabi Isa alaihissalam ternyata menjalankan puasa, salat, khitan, wudu, tahajud, dan bersedekah sebagaimana yang dilakukan umat muslim pada umumnya.
Baca Juga:Berganti Nama Malik Abdul Aziz, Ini Kisah Petinju Leher Beton Jadi Mualaf
Atas petunjuk Allah, akhirnya dia membulatkan tekad untuk memeluk Islam dengan mendatangi Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Kainama mengucapkan dua kalimat syahadat pada 26 Agustus 2009 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan di Masjid Agung Sunda Kelapa.
2. Petrus Kali