Masjid Istiqlal Akan Gelar Upacara Kemerdekaan Lintas Agama
Muhajirin
Selasa, 09 Agustus 2022 - 13:47 WIB
Masjid Istiqlal (foto: langit7.id/istock)
Masjid Istiqlal akan mengadakan upacara hari kemerdekaan lintas agama pada 17 Agustus mendatang. Pemuka dan pemeluk agama resmi di Tanah Air akan datang ke Istiqlal mengadakan upacara menyambut HUT RI ke-77.
“Kita akan merayakan 17 Agustus di Istiqlal lintas agama. Baru rapat, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, kita akan menampilkan satu warna. ini tidak pernah terjadi di mana-mana,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar kepada LANGIT7.ID, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Raih Ragam Penghargaan, Masjid Istiqlal Jadi Trendsetter Internasional
Menurut Prof Nasar, Upacara HUT RI ke-77 merupakan hari raya nasional, bukan hari raya keagamaan. Maka itu, tidak ada masalah jika umat Islam sebagai mayoritas memberikan wadah kepada penganut agama lain.
“Istiqlal mensponsori upacara bendera lintas agama. Ini kan hari raya nasional, bukan hari raya keagamaan. Kalau hari Idul Fitri, Idul Adha, Maulid, Muharram, okelah itu internal kita. tapi ini kan nasional,” ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah itu.
Prof Nasar mengatakan, umat Islam ingin membuktikan bahwa nasionalisme masyarakat Indonesia sangat tinggi. Meski berbeda dalam keyakinan, namun bisa bersatu dalam membangun Indonesia.
“Kita akan merayakan 17 Agustus di Istiqlal lintas agama. Baru rapat, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu, kita akan menampilkan satu warna. ini tidak pernah terjadi di mana-mana,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar kepada LANGIT7.ID, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Raih Ragam Penghargaan, Masjid Istiqlal Jadi Trendsetter Internasional
Menurut Prof Nasar, Upacara HUT RI ke-77 merupakan hari raya nasional, bukan hari raya keagamaan. Maka itu, tidak ada masalah jika umat Islam sebagai mayoritas memberikan wadah kepada penganut agama lain.
“Istiqlal mensponsori upacara bendera lintas agama. Ini kan hari raya nasional, bukan hari raya keagamaan. Kalau hari Idul Fitri, Idul Adha, Maulid, Muharram, okelah itu internal kita. tapi ini kan nasional,” ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah itu.
Prof Nasar mengatakan, umat Islam ingin membuktikan bahwa nasionalisme masyarakat Indonesia sangat tinggi. Meski berbeda dalam keyakinan, namun bisa bersatu dalam membangun Indonesia.