LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Istiqlal selain berdiri dengan megah, juga merupakan
trendsetter internasional. Terbukti dari berbagai penghargaan internasional yang diraih masjid kebanggaan Indonesia ini.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar mengatakan, ada sekitar 200 orang yang berkunjung ke masjid setiap harinya. Bahkan di hari weekend mencapai sekitar 3.000 pengunjung, baik lokal maupun internasional.
"Kemarin juga baru datang dari beberapa negara bagian di Malaysia, mereka ingin menerapkan apa yang kita lakukan di Istiqlal. Jadi Istiqlal itu menjadi satu
trendsetter masjid modern yang kita miliki," kata Prof Nasaruddin saat wawancara khusus bersama
Langit7 di ruang kerjanya, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Istiqlal Jadi Masjid Paling Ramah Lingkungan di Dunia, Air Bekas Wudhu Bisa DiminumMeski telah menjadi
trendsetter masjid internasional, Prof Nasaruddin menilai bahwa Masjid Istiqlal sendiri masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. "Di istiqlal masih banyak hal yang kita lengkapi," tuturnya.
"Masyarakat kita menganggap luar biasa. Bagi saya sih belum, masih banyak hal yang perlu kita lakukan di Istiqlal," imbuhnya.
Ia pun berharap agar kader-kader masjid memiliki kompetensi yang sesuai guna bisa menggantikan para pimpinan Istiqlal sebagai bentuk regenerasi yang baik bagi masjid. "Kalau nanti teman-teman sudah bagus, sudah saatnya mereka itu regenerasi, jangan dimonopoli sebuah kempemimpinan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa moderasi yang diterapkan di Masjid Istiqlal itu tidak boleh identik dengan liberalisasi, westernisasi serta tidak bisa diartikan dengan kebablasan. Moderasi umat beragama itu adalah mengembalikan Islam kepada jati dirinya sendiri.
"Bahwa moderasi Islam itu adalah mengembalikan Islam pada masa Nabi, rahmat al alamin, rahmat bagi seluruh alam semesta, toleran. Masjid Nabi itu yang kita contoh di Istiqlal," ujarnya.
Baca Juga: Perseteruan Pesulap Merah dan Samsudin, Antara Dakwah dan Syirik(zhd)