Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home community detail berita

Perseteruan Pesulap Merah dan Samsudin, Antara Dakwah dan Syirik

Andi Muhammad Ahad, 07 Agustus 2022 - 12:00 WIB
Perseteruan Pesulap Merah dan Samsudin, Antara Dakwah dan Syirik
Marcel Radival atau yang lebih dikenal dengan Pesulap Merah dan Gus Samsudin menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Belakangan ini perselisihan antara Marcel Radival atau yang lebih dikenal dengan Pesulap Merah dan Gus Samsudin menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Dalam beberapa video singkat, Pesulap Merah membongkar trik pengobatan ala dukun dari Gus Samsudin.

Mudir Ma'had Imam Bukhari Bandung, Ustaz Ginanjar Nugraha mengatakan bahwa Islam mengharamkan perdukunan, begitu pula dengan orang-orang yang datang ke dukun yang berkedok agama untuk pengobatan.

"Jadi apapun namanya, kalau dukun ya dukun secara praktik meski ustaz. Kiai tapi kalau melakukan praktik perdukunan jelas suatu yang dilarang, jadi jangan terjebak karena itu hanya kamuflase saja," jelas Ustaz Ginanjar saat di wawancara Langit7, Ahad (7/8/2022).

Baca Juga: Mengenal Istilah Dukun dan Sihir, Praktik yang Dilarang Islam

Redaktur Majalah Risalah Persis ini mengapresiasi apa yang dilakukan Pesulap Merah dengan membongkar pengobatan ala dukun dengan trik-trik tertentu yang dibalut agama. Menurut dia, upaya ini sebagai bagian dari dakwah.

"Itu juga sebagai upaya dakwah, bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat yang tadinya percaya kepada suatu yang klenik (gaib)," tuturnya.

"Apa yang dilakukan oleh Marcel ini memang membongkar praktik-praktik perdukunan yang berkedok dan berkamuflase agama," imbuhnya.

Sementara, menurut Ustaz Ginanjar, apa yang dilakukan Gus Samsudin merupakan pembodohan publik dan syirik. Sebab menggunakan metode trik-trik tertentu, sehingga masyarakat menganggap orang sakti yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

"Kalau tujuan seperti sulap untuk menghibur itu hukumnya mubah, tapi misalkan tujuannya untuk menipu dan dijadikan suatu media untuk pengobatan, itu haram," ujarnya.

Baca Juga: Ini Beda Ruqyah Syar'i dengan Praktik Dukun, Umat Harus Jeli

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)