LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam harus bisa mengenal istilah
dukun dan sihir agar terhindar dari praktik hitam. Keduanya bisa menimbulkan
perbuatan syirik yang dilarang agama.
Analis Kebijakan Ahli Muda Pusat Bimas Islam, Ustadz Husni Ismail menjelaskan, antara dukun dan sihir tidak bisa dipisahkan dilihat dari prinsip praktiknya. Perbuatan ini sama-sama menggunakan perantara jin kafir, yaitu
setan.
"Jin digunakan sebagai alat dan media untuk mengabulkan hajat pasien. Sebab, bangsa jin memang bisa ditundukkan dan siap diperintah," jelas dia dalam diskusi Perdukunan dalam Perspektif Islam, Jumat (5/8/2022).
Baca Juga: UAH: Jangan Toleransi Dukun dengan Julukan MuliaKetika dimanfaatkan, lanjut dia, maka jin akan mulai melakukan tipu daya dengan memberikan syarat dan perjanjian. Bahkan, dalam kondisi terparah sampai ada nyawa yang harus ditumbalkan.
Menurutnya, dukun dan sihir sulit dibedakan secara praktik, karena keduanya saling berkaitan dan melengkapi. Sihir adalah praktik yang dihasilkan dukun melalui perantara jin.
"Efek sihir itu terjadi seketika dan biasanya mencelakai secara lahiriah. Bisa jadi tujuan mencelakai ini disebabkan dari penyakit hati seseorang. Adapun jenis sihir yang terkenal adalah santet," jelasnya.
Sementara lawan dari dukun dan sihir adalah salat dan sabar. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 45.
“Wasta’inu bisshabri washolati, wa innaha lakabiratun illa alal-khaasyi’in.” Artinya: “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45).
"Ada dua hal yang berjalan beriringan di sini, yaitu sabar dan salat. Sudah seharusnya kita berproses dalam kehidupan. Jadi jangan ambil jalan pintas dengan ke dukun dan menggunakan sihir," katanya.
(bal)