LANGIT7.ID - , Jakarta -
Kullu nafsin dzaiqatul maut, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan
kematian. Demikian firman Allah dalam surat
Ali Imran ayat 185.
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan di hari
kiamat nanti disempurnakan balasan masing-masing. Mereka yang baik dibalas dengan yang baik, yaitu surga. Sementara yang buruk akan dibalas dengan yang buruk pula, yaitu neraka.
Baca juga: Jenazah Mengenal Orang yang Melaksanakan PemakamannyaMengiringi proses kematian, Musthafa Abu Nashr As-Silbi dalam buku Sahih Tanda-Tanda Kiamat dan Kehidupan Sesudahnya menjelaskan, setan akan datang ke rumah orang yang akan meninggal. Setan bakal menyamar dalam rupa tertentu untuk menggoda sang calon mayit.
Abu Al Hasan menceritakan dalam Syarh Risalah lbnu Abu Zaid yang diceritakan lagi oleh Abu Hamid dalam bukunya, Kasyfu Al Ulum Al Akhirah: Pada saat seseorang akan
meninggal dunia, maka iblis akan datang kepada orang tersebut dengan maksud pura-pura menolong.
Iblis akan mendatanginya dalam bentuk orang-orang yang telah mendahuluinya, yang mana dia sangat cinta dan sering meminta petunjuk kepada orang-orang tersebut seperti: saudara, teman atau sahabat-sahabatnya.
Mereka ini berkata kepada hamba yang akan meninggal itu, 'Engkau akan meninggal dunia wahai fulan, sedangkan kami lebih dahulu meninggal dibandingkan kamu, maka oleh sebab itu hendaknya kamu mati dalam keadaan memeluk agama Yahudi, karena dia merupakan agama yang akan diterima Allah'.
Baca juga: Hukum Membuka Tali Kafan Jenazah saat Proses PemakamanApabila hal tersebut tidak mempan, maka setan akan mendatanginya dalam bentuk yang lain sambil berkata, 'Kamu sebaiknya mati dalam keadaan memeluk agama Nasrani, karena dia merupakan agama Nabi Isa yang telah menggantikan agama yang dibawa oleh Nabi Musa serta di dalamnya telah mencakup semua aqidah yang terdapat di dalam seluruh agama'. Pada saat itulah aqidah seseorang bisa menyimpang."
Surat Ali Imran ayat 8:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
Terjemah: (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.
Maksud dari ayat ini adalah, janganlah Engkau jadikan hati kami pada saat akan meninggal condong kepada kesesatan setelah Engkau memberi kami petunjuk. Apabila Allah ingin memberi seorang hamba itu hidayah atau ketetapan hati, maka Dia akan menurunkan rahmat kepada hamba tersebut.
Baca juga: Hukum Segerakan Hak Jenazah Korban Kerusuhan, Ini Kata MUI(est)