Menjadi Muslim Moderat, Begini Tanggapan Gus Nadir
Andi Muhammad
Rabu, 10 Agustus 2022 - 10:01 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Moderasi beragama adalah cara pandang dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik pemahaman agama yang sangat kaku maupun pemahaman agama yang sangat liberal.
Indonesia sendiri sudah menjadi moderat dibanding negara lain yang kini baru menerapkan hal tersebut. Seperti perempuan boleh mengendarai mobil, sementara di Indonesia sudah dari dulu dan tidak ada larangan atas hal tersebut selama tidak menjurus kepada kejahatan seksual.
Pendakwah Nadirsyah Hosen, mengatakan bahwa muslim Indonesia sudah menjadi muslim yang moderat. Hal ini diperjelas mengenai pemikiran orang pada zaman dulu di mana kala itu sebaiknya perempuan tidak menimba ilmu di sekolah. Karena pada akhirnya akan menjadi seorang ibu rumah tangga.
"Di Indonesia isu-isu itu sudah lewat, dulu itu kita punya isu misalnya bolehkah perempuan bersekolah, loh sepintar-pintarnya itu kan tetap masuk ke dapur nggak perlu sekolah, itu dulu," kata Gus Nadir dikutip dalam ceramahnya di akun official NU, Rabu (10/8/2022).
Baca Juga:Cerita Pesulap Merah yang Antiriba: Janji Allah SWT Itu Benar
Hal-hal seperti itu kini sudah tidak berlaku lagi diakibatkan pola pikir yang berkembang lebih moderat. Contoh lainnya, bila dulu kaum hawa kerap dijodohkan, namun kini perempuan bebas memilih seorang pria untuk menjadi pendamping hidupnya.
"Sekarang jarang sekali ada hal-hal seperti itu. Jadi isu-isu itu dulu ramai tapi sekarang sudah bergeser," jelasnya.
Indonesia sendiri sudah menjadi moderat dibanding negara lain yang kini baru menerapkan hal tersebut. Seperti perempuan boleh mengendarai mobil, sementara di Indonesia sudah dari dulu dan tidak ada larangan atas hal tersebut selama tidak menjurus kepada kejahatan seksual.
Pendakwah Nadirsyah Hosen, mengatakan bahwa muslim Indonesia sudah menjadi muslim yang moderat. Hal ini diperjelas mengenai pemikiran orang pada zaman dulu di mana kala itu sebaiknya perempuan tidak menimba ilmu di sekolah. Karena pada akhirnya akan menjadi seorang ibu rumah tangga.
"Di Indonesia isu-isu itu sudah lewat, dulu itu kita punya isu misalnya bolehkah perempuan bersekolah, loh sepintar-pintarnya itu kan tetap masuk ke dapur nggak perlu sekolah, itu dulu," kata Gus Nadir dikutip dalam ceramahnya di akun official NU, Rabu (10/8/2022).
Baca Juga:Cerita Pesulap Merah yang Antiriba: Janji Allah SWT Itu Benar
Hal-hal seperti itu kini sudah tidak berlaku lagi diakibatkan pola pikir yang berkembang lebih moderat. Contoh lainnya, bila dulu kaum hawa kerap dijodohkan, namun kini perempuan bebas memilih seorang pria untuk menjadi pendamping hidupnya.
"Sekarang jarang sekali ada hal-hal seperti itu. Jadi isu-isu itu dulu ramai tapi sekarang sudah bergeser," jelasnya.