home masjid

Arsitek Masjid Istiqlal Ternyata Seorang Kristen Protestan

Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:00 WIB
Friedrich Silaban (kanan) bersama Presiden Soekarno (foto: Arsitektur Indonesia)
Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara, kebanggaan Umat Islam Indonesia. Namun ternyata, masjid terbesar di Asia Tenggara ini dirancang oleh arsitek yang beragama Kristen Protestan, Friedrich Silaban.

Setelah kemerdekaan, para tokoh berkumpul untuk mencetuskan ide mendirikan sebuah masjid. Di antara tokoh itu ada KH Wahid Hasyim, Haji Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan berbagai elemen masyarakat.

Tepat pada 7 Desember 1954, sebuah yayasan dibentuk yang berperan sebagai panitia pendirian masjid. Para tokoh itu sudah sepakat menggunakan nama Masjid Istiqlal yang dalam bahasa Arab memiliki arti kemerdekaan.

Baca Juga: Masjid Istiqlal Akan Gelar Upacara Kemerdekaan Lintas Agama



Kementerian PUPR mencatat, Presiden Soekarno mengadakan sayembara perancangan masjid nasional. Friedrich Silaban pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia mengikuti sayembara itu dengan desain berjudul “Ketuhanan”.

Tim juri sayembara itu diisi oleh oleh Ir Roosseno, Ir Juanda, Ir Suwardi, Ir R Ukar Bratakusumah, Rd Soeratmoko, H Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), H Abu Bakar Aceh, dan Oemar Husein Amin. Setelah melalui proses penjurian, Presiden Soekarno yang menjabat sebagai Ketua Dewan Juri mengumumkan Friedrich menjadi pemenangnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid istiqlal soekarno non muslim arsitek
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya