Setelah Singapura, Eks Presiden Sri Lanka Masuk ke Thailand
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 11 Agustus 2022 - 10:35 WIB
Mantan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa. Foto: Al Jazeera
Presiden Sri Lanka yang digulingkan Gotabaya Rajapaksa dibolehkan memasuki Thailand berdasarkan permintaan pemerintah negaranya. Namun, masa tinggalRajapaksa di Thailandhanya sementara.
Direktur Jenderal Departemen Penerangan dan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat mengatakan, pertimbangan untuk mengizinkan Gotabaya masuk didasarkan pada hubungan baik dan lama antara kedua negara.
Baca Juga:Organisasi HAM Desak Singapura Ekstradisi Gotabaya Rajapaksa ke Sri Lanka"Sebagai pemegang paspor diplomatik Sri Lanka, mantan presiden (Gotabaya) dapat masuk ke Thailand tanpa visa untuk jangka waktu 90 hari, sesuai dengan Perjanjian 2013 tentang Pembebasan Visa antara Thailand dan Sri Lanka,"kata Sangrat dalam sebuah pernyataan, Kamis (11/7/2022).
"Masa tinggalnya bersifat sementara dengan tujuan perjalanan selanjutnya. Tidak ada suaka politik yang dicari," ujarnyasaat dimintai komentar terkait laporan kepindahan Gotabaya ke Thailand dari Singapura.
Namun, dia tidak mengungkapkan kapan Gotabaya akan memasuki kerajaan tersebut. Namun, media setempat melaporkan bahwaGotabaya diperkirakan tiba di Thailand hari ini.
Baca Juga:Kekurangan Devisa, Sri Lanka Batasi Impor BBM 12 bulan ke DepanThailand akan menjadi negara Asia Tenggara kedua tempat berlindung sementara bagi Gotabaya. Dia melarikan diri dari Sri Lanka menuju Singapura melalui Maladewa pada Juli lalu, di tengah protes massal atas krisis ekonomi terburuk negara itu dalam tujuh dekade.
Bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Gotabaya telah diizinkan masuk ke Singapura dalam kunjungan pribadi. Juru bicara Kemlu Singapura mengatakan Gotabaya tidak pernah meminta suaka atau diberikan suaka.Baca Juga:
Direktur Jenderal Departemen Penerangan dan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat mengatakan, pertimbangan untuk mengizinkan Gotabaya masuk didasarkan pada hubungan baik dan lama antara kedua negara.
Baca Juga:Organisasi HAM Desak Singapura Ekstradisi Gotabaya Rajapaksa ke Sri Lanka"Sebagai pemegang paspor diplomatik Sri Lanka, mantan presiden (Gotabaya) dapat masuk ke Thailand tanpa visa untuk jangka waktu 90 hari, sesuai dengan Perjanjian 2013 tentang Pembebasan Visa antara Thailand dan Sri Lanka,"kata Sangrat dalam sebuah pernyataan, Kamis (11/7/2022).
"Masa tinggalnya bersifat sementara dengan tujuan perjalanan selanjutnya. Tidak ada suaka politik yang dicari," ujarnyasaat dimintai komentar terkait laporan kepindahan Gotabaya ke Thailand dari Singapura.
Namun, dia tidak mengungkapkan kapan Gotabaya akan memasuki kerajaan tersebut. Namun, media setempat melaporkan bahwaGotabaya diperkirakan tiba di Thailand hari ini.
Baca Juga:Kekurangan Devisa, Sri Lanka Batasi Impor BBM 12 bulan ke DepanThailand akan menjadi negara Asia Tenggara kedua tempat berlindung sementara bagi Gotabaya. Dia melarikan diri dari Sri Lanka menuju Singapura melalui Maladewa pada Juli lalu, di tengah protes massal atas krisis ekonomi terburuk negara itu dalam tujuh dekade.
Bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Gotabaya telah diizinkan masuk ke Singapura dalam kunjungan pribadi. Juru bicara Kemlu Singapura mengatakan Gotabaya tidak pernah meminta suaka atau diberikan suaka.Baca Juga: