home wirausaha syariah

Indonesia Siap Kejar Ketertinggalan Ekonomi Syariah Global

Selasa, 10 Agustus 2021 - 21:05 WIB
Ilustrasi Indonesia kejar ketertinggalan ekonomi syariah global. Foto: Langit7/Istock
Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economic Report pada 2020 menempatkan Indonesia pada ranking ke-4 dalam indicator scoring dan top 10 di seluruh ranking sektor industri halal global. Posisi ini membuat Indonesia terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir terkait ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan, Indonesia memiliki keseluruhan pangsa pasar 11 persen terhadap industri halal global. Selain itu, dalam Islamic Finance Development Index, Indonesia berhasil naik ke peringkat 2 pada 2020 di bawah Malaysia.

Namun, pasar halal ekonomi dan keuangan syariah masih diduduki oleh negara lain. Sehingga Indonesia memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk terus mengejar ketertinggalan.

“Sebagaimana kita ketahui, negara di dunia ini terus berlomba untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dinilai rantai industri halal global. Termasuk juga negara mayoritas berpenduduk non muslim. Sehingga menjadi semangat kita untuk terus mengejar ketertinggalan,” ujarnya secara daring dikanal Youtube Bank Indonesia Official, Selasa (10/8).

Baca juga:Wakaf dan Ekonomi Syariah Jadi Isu Prioritas KemenagSeperti diketahui, saat ini Thailand memiliki visi sebagai penyuplai utama makanan halal dunia, Tiongkok sebagai pengekspor busana muslim terbesar di dunia, Australia dan Brazil menjadi pemasok daging halal terbesar di dunia, Korea Selatan mendeklarasikan sebagai pusat wilayah wisata halal dunia, dan Inggris yang sudah lama dikenal sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Rosmaya menyebutkan, Indonesia perlu menjawab tantangan global dengan memperkuat ekosistem halal value change dan menciptakan high quality produk lokal. Dalam pengembangan ekosistem halal value change, Indonesia melalui perwakilan di seluruh wilayahnya telah secara aktif mengimplementasikan berbagai program.

Program tersebut di antaranya adalah penguatan kapasitas pelaku industri halal termasuk UMKM, melalui pengembangan industri kreatif syariah Indonesia (IKRA), yang berfokus pada makanan halal dan fesyen muslim.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
indonesia pasar global ekonomi siap kerja ketertinggalan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya