Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 14 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Indonesia Siap Kejar Ketertinggalan Ekonomi Syariah Global

mahmuda attar hussein Selasa, 10 Agustus 2021 - 21:05 WIB
Indonesia Siap Kejar Ketertinggalan Ekonomi Syariah Global
Ilustrasi Indonesia kejar ketertinggalan ekonomi syariah global. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economic Report pada 2020 menempatkan Indonesia pada ranking ke-4 dalam indicator scoring dan top 10 di seluruh ranking sektor industri halal global. Posisi ini membuat Indonesia terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir terkait ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan, Indonesia memiliki keseluruhan pangsa pasar 11 persen terhadap industri halal global. Selain itu, dalam Islamic Finance Development Index, Indonesia berhasil naik ke peringkat 2 pada 2020 di bawah Malaysia.

Namun, pasar halal ekonomi dan keuangan syariah masih diduduki oleh negara lain. Sehingga Indonesia memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk terus mengejar ketertinggalan.

“Sebagaimana kita ketahui, negara di dunia ini terus berlomba untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dinilai rantai industri halal global. Termasuk juga negara mayoritas berpenduduk non muslim. Sehingga menjadi semangat kita untuk terus mengejar ketertinggalan,” ujarnya secara daring dikanal Youtube Bank Indonesia Official, Selasa (10/8).

Baca juga: Wakaf dan Ekonomi Syariah Jadi Isu Prioritas Kemenag Seperti diketahui, saat ini Thailand memiliki visi sebagai penyuplai utama makanan halal dunia, Tiongkok sebagai pengekspor busana muslim terbesar di dunia, Australia dan Brazil menjadi pemasok daging halal terbesar di dunia, Korea Selatan mendeklarasikan sebagai pusat wilayah wisata halal dunia, dan Inggris yang sudah lama dikenal sebagai pusat keuangan syariah dunia.

Rosmaya menyebutkan, Indonesia perlu menjawab tantangan global dengan memperkuat ekosistem halal value change dan menciptakan high quality produk lokal. Dalam pengembangan ekosistem halal value change, Indonesia melalui perwakilan di seluruh wilayahnya telah secara aktif mengimplementasikan berbagai program.

Program tersebut di antaranya adalah penguatan kapasitas pelaku industri halal termasuk UMKM, melalui pengembangan industri kreatif syariah Indonesia (IKRA), yang berfokus pada makanan halal dan fesyen muslim.

Baca juga: Ekonomi Syariah Indonesia Siap Go Internasional

Hingga Triwulan II 2021, keanggotaan IKRA telah mencapai 550 usaha, yang 129 di antaranya berasal dari Sumatera. Di mana keanggotaan di wilayah Sumatera ini bergerak di sektor makanan olahan sebanyak 71 UMKM dan sektor fesyen 58 UMKM.

Rangkaian IKRA mencakup kurasi produk, capacity building dan bootcamp UMKM syariah. Tidak berhenti di situ, bahkan sejumlah anggota IKRA telah mampu mengembangkan pasarnya ke luar negeri.

Selain itu BI juga turut aktif mengembangkan unit usaha pesantren. Dari data yang ada sampai dengan Triwulan II tahun ini, BI telah mengembangkan 498 pondok pesantren yang 147 di antaranya ada di Sumatera.

“Ini sangat membahagiakan, jadi melalui rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera 2021 ini, termasuk ISEF pada Oktober 2021 mendatang menjadi salah satu ajang promosi dan showcasing untuk memperluas akses pelaku usaha. Semoga angka ini bisa terus meningkat,” tambahnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 14 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)