LANGIT7.ID, Jakarta - Merujuk pada rencana strategis (renstra) Kementerian Agama (Kemenag) 2020-2024, isu wakaf dan ekonomi syariah menjadi priortias yang telah diturunkan dalam berbagai kebijakan hingga di tingkat kabupaten dan kota. Tujuannya, agar kedua isu tersebut menjadi pondasi ekosistem keuangan Islam yang adil dan merata.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, pelaksanaan program wakaf dan ekonomi syariah merupakan titah agama yang mulia. Wafak dan ekonomi syariah merupakan dua sisi yang saling menguatkan dan tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.
“Semoga Allah senantiasa memberkahi dan melindungi pejuang wakaf dan ekonomi syariah Indonesia,” katanya secara daring di Youtube Bank Indonesia Official, Selasa (10/8).
Baca juga:
Ekonomi Syariah Indonesia Siap Go InternasionalZainut mengapresiasi pelaksanaan program Riau berwakaf dan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Sumater 2021 yang menjadi bukti bahwa masyarakat Riau memiliki concern yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara.
“Kita memiliki potensi wakaf dan ekonomi syariah yang sangat besar. Di mana keduanya merupakan pondasi ketahanan ummat dan bangsa yang harus kita kembangkan. Harus diakui salah satu problem perwakafan dan ekonomi syariah adalah belum meratanya ekosistem keduanya. Dua hal ini belum hadir secara merata dan berkontribusi di seluruh tingkatan kecil, seperti kecamatan,” ujarnya.
Baca juga:
Fesyar Regional Sumatera 2021, Bentuk Dukungan Ekonomi dan Keuangan SyariahPihaknya akan mendorong sebanyak 5.897 KUA sebagai pusat perwakafan agar ekosistem dapat merata dan adil hingga di seluruh pelosok. Kegiatan program Riau berwakaf dan Fesyar Regional 2021 merupakan langkah strategis yang akan berkontribusi bagi penguatan keduanya, karena Sumatera merupakan salah satu pintu gerbang perekonomian dunia dan juga jalur keilmuan Islam dan nusantara.
Sumatera tidak hanya menjadi jembatan perdagangan dunia di zamannya, tapi juga menjadi penyambung bagi para pencari ilmu untuk mencapai pusat peradaban Islam khususnya Makkah dan Madinah.
“Kemenag menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, kita berharap Sumatera menjadi pusat kebangkitan wakaf dan ekonomi syariah. Sekaligus gerbang bagi filantropi dan ekonomi syariah Indonesia mendunia,” imbuhnya.
(zul)