Menkeu: Kinerja Perekonomian Indonesia Impresif di Tengah Krisis
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 19:35 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Humas Kemenkeu)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia kuartal II-2022 menunjukkan kinerja yang sangat impresif di tengah krisis dan ketidakpastian global. Hal tersebut ditopang kinerja konsumsi, investasi, dan ekspor.
Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia mengalami tren pertumbuhan di kuartal II-2022 sebesar 5,4 persen, naik dari kuartal I-2022 yang sebesar 5 persen. Tren perlambatan dialami sebagian besar negara, seperti Italia, Perancis, Jerman, China, dan Amerika Serikat.
Baca Juga:Menkeu Ungkap Tantangan RAPBN 2023 Penuh Tekanan
"Ini yang menggambarkan risiko ini sudah mulai terlihat di dalam pertumbuhan ekonomi kuartal kedua, di negara-negara yang cukup besar dan pengaruhnya ke dunia cukup besar," kata Sri Mulyanidalam konferensi pers APBN KiTA, dikutip Sabtu (13/8/2022).
Dilihat dari konteks produk domestik bruto (PDB) riil, Menkeu menyampaikan Indonesia sudah jauh berada di atas kondisi pra-Covid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartall II-2022 yang sebesar 5,4 persen merupakan dorongan dari pemulihan ekonomi, terutama dari konsumsi masyarakat yang mengalami kenaikan atau pertumbuhan sebesar 5,5 persen.
"Ini adalah pertumbuhan yang sangat tinggi. Covid-nya terkendali, masyarakat mobilitasnya meningkat, dan aktivitas masyarakat selain mobilitas juga mulai melakukan konsumsi, terutama masyarakat yang menengah atas. Pada saat kuartal kedua kemarin, kita juga merayakan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," ujar Menkeu.
Di sisi lain, konsumsi pemerintah masih relatif terkontraksi di kuartal II-2022 seiring dengan menurunnya belanja penanganan pandemi. Menkeu menjelaskan pemerintah meningkatkan belanjanya pada tahun 2021 untuk program vaksinasi, bantuan sosial (bansos), subsidi upah, dan bantuan kepada UMKM secara cukup masif.
Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia mengalami tren pertumbuhan di kuartal II-2022 sebesar 5,4 persen, naik dari kuartal I-2022 yang sebesar 5 persen. Tren perlambatan dialami sebagian besar negara, seperti Italia, Perancis, Jerman, China, dan Amerika Serikat.
Baca Juga:Menkeu Ungkap Tantangan RAPBN 2023 Penuh Tekanan
"Ini yang menggambarkan risiko ini sudah mulai terlihat di dalam pertumbuhan ekonomi kuartal kedua, di negara-negara yang cukup besar dan pengaruhnya ke dunia cukup besar," kata Sri Mulyanidalam konferensi pers APBN KiTA, dikutip Sabtu (13/8/2022).
Dilihat dari konteks produk domestik bruto (PDB) riil, Menkeu menyampaikan Indonesia sudah jauh berada di atas kondisi pra-Covid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartall II-2022 yang sebesar 5,4 persen merupakan dorongan dari pemulihan ekonomi, terutama dari konsumsi masyarakat yang mengalami kenaikan atau pertumbuhan sebesar 5,5 persen.
"Ini adalah pertumbuhan yang sangat tinggi. Covid-nya terkendali, masyarakat mobilitasnya meningkat, dan aktivitas masyarakat selain mobilitas juga mulai melakukan konsumsi, terutama masyarakat yang menengah atas. Pada saat kuartal kedua kemarin, kita juga merayakan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri," ujar Menkeu.
Di sisi lain, konsumsi pemerintah masih relatif terkontraksi di kuartal II-2022 seiring dengan menurunnya belanja penanganan pandemi. Menkeu menjelaskan pemerintah meningkatkan belanjanya pada tahun 2021 untuk program vaksinasi, bantuan sosial (bansos), subsidi upah, dan bantuan kepada UMKM secara cukup masif.