Tausiyah Ahad Pagi: Ketauhidan Lawan Kesyirikan
Redaksi
Ahad, 14 Agustus 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Kehidupan hari ini penuh dengan cobaan yang menantang komitmen kita untuk menggenggam erat kalimat tauhid. Menguji apakah ketauhidan itu benar-benar telah mengakar dan menjadi pondasi kehidupan kita.
Oleh: KH Bachtiar Nasir
Oleh karena itu, untuk bisa konsisten dalam bertauhid, maka kita juga harus tahu apa itu lawan dari tauhid yang akan menjerumuskan kita pada penyembahan kepada selain Allah SWT. Lawan tauhid inilah yang kemudian kita kenal dengan syirik.
Lawan kata tauhid adalah syirik, lawan dari iman adalah kufur. Sementara lawan dari Islam adalah jahiliyah. Ada rumus dalam beragama, yaitu apa-apa yang kontradiktif dengan hal bersifat prinsip, tidak akan pernah bisa menyatu. Ada yang tidak bisa berdamai selamanya. Ada yang harus berperang selamanya. Haq dengan bathil; tidak pernah bisa didamaikan. Hal dan haram tidak pernah bisa dikompromikan. Bila telah masuk bercampur antara yang halal dengan yang haram, maka yang menang adalah yang haram. Barang siapa yang terperosok di wilayah syubhat yang samar maka ia telah berada di wilayah yang haram. Yang halal telah jelas, yang haram juga sudah jelas.
Peperangan antara penyembah Allah Ta’ala dengan penyembah thaghut, hingga akhir zaman akan tetap terjadi. Tidak pernah ada kata damai. Kecuali bagi para munafik. Di sinilah pentingnya, kita mengetahui apa itu syirik. Hingga kita akan dapat memurnikan tauhid yang ada dalam diri diri kita dan terhindar dari perilaku orang munafik. Manakala kita memahami tauhid, di saat itu pula, kita juga harus mengetahui apa itu lawannya. Temasuk juga apa-apa yang dapat menyesatkan, hingga dapat membuat kita terperangkap dalam kesyirikan.
Hari ini, banyak orang yang stres, tapi tidak sadar bahwa dirinya sudah kena stres. Karena itu, dia juga tak kunjung berobat untuk mengurangi penyakitnya. Begitu pula halnya dengan kemusyrikan. Banyak orang yang syirik, tetapi karena tidak tahu apa itu tauhid dan syirik, maka jadilah ia terperangkap kesyirikan.
Baca Juga:Dewan Dakwah: Peradaban Bisa Maju Jika Akhlak Masyarakatnya Baik
Oleh: KH Bachtiar Nasir
Oleh karena itu, untuk bisa konsisten dalam bertauhid, maka kita juga harus tahu apa itu lawan dari tauhid yang akan menjerumuskan kita pada penyembahan kepada selain Allah SWT. Lawan tauhid inilah yang kemudian kita kenal dengan syirik.
Lawan kata tauhid adalah syirik, lawan dari iman adalah kufur. Sementara lawan dari Islam adalah jahiliyah. Ada rumus dalam beragama, yaitu apa-apa yang kontradiktif dengan hal bersifat prinsip, tidak akan pernah bisa menyatu. Ada yang tidak bisa berdamai selamanya. Ada yang harus berperang selamanya. Haq dengan bathil; tidak pernah bisa didamaikan. Hal dan haram tidak pernah bisa dikompromikan. Bila telah masuk bercampur antara yang halal dengan yang haram, maka yang menang adalah yang haram. Barang siapa yang terperosok di wilayah syubhat yang samar maka ia telah berada di wilayah yang haram. Yang halal telah jelas, yang haram juga sudah jelas.
Peperangan antara penyembah Allah Ta’ala dengan penyembah thaghut, hingga akhir zaman akan tetap terjadi. Tidak pernah ada kata damai. Kecuali bagi para munafik. Di sinilah pentingnya, kita mengetahui apa itu syirik. Hingga kita akan dapat memurnikan tauhid yang ada dalam diri diri kita dan terhindar dari perilaku orang munafik. Manakala kita memahami tauhid, di saat itu pula, kita juga harus mengetahui apa itu lawannya. Temasuk juga apa-apa yang dapat menyesatkan, hingga dapat membuat kita terperangkap dalam kesyirikan.
Hari ini, banyak orang yang stres, tapi tidak sadar bahwa dirinya sudah kena stres. Karena itu, dia juga tak kunjung berobat untuk mengurangi penyakitnya. Begitu pula halnya dengan kemusyrikan. Banyak orang yang syirik, tetapi karena tidak tahu apa itu tauhid dan syirik, maka jadilah ia terperangkap kesyirikan.
Baca Juga:Dewan Dakwah: Peradaban Bisa Maju Jika Akhlak Masyarakatnya Baik