Ratnauli Gultom, Ceritakan Pengalamannya Hidup Tanpa Uang Lewat Ecovillage
Hasanah syakim
Ahad, 14 Agustus 2022 - 22:15 WIB
Masyarakat Silima Lombu, Pulau Samosir saat panen buah mangga (foto: instagram/ silimalombuecovillage)
Ecovillage merupakan salah satu konsep dari kampung atau desa yang berbudaya lingkungan dengan mempertimbangkan pencapaian kualitas individu, keluarga, masyarakat hingga mencapai kehidupan berkelanjutan dan lestari.
Founder Ecovillage Silima Lombu, Ratnauli Gultom menceritakan pengalamannya bersama masyarakat di Desa Silima Lombu, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara dalam mengolah secara maksimal potensi alam yang dimiliki.
"Bagaimana hidup tanpa uang, kita coba kelola dulu bagaimana kalau tidak punya uang apa yang bisa kita gunakan. Anggaplah kita tidak punya uang, apa yang bisa kita kelola ketika kita tidak punya uang," kata Ratnauli dalam akun YouTube Capcapung dikutip Ahad (14/8/2022).
Baca juga:Komunitas Sepeda Ramaikan Pawai HUT 77 RI Bersama Pelajar
Ratnauli mengungkapkan, di desanya mayoritas beraktivitas sebagai petani organik dan nelayan, sehingga sehari-hari masyarakat mengolah ladang dengan hasil alam salah satunya, mngga.
"Kita di sini lebih mengolah yang ada diladang contohnya mangga kita membuat produk dari mangga mulai dari selai, cuka dan lainnya," jelasnya.
Ratnauli menyebut, selain mangga terdapat juga kemiri dan kelapa yang diolah menjadi minyak kemiri dan minyak kelapa, dari semua hasil alam yang ada dimanfaatkankan sampai ke kulit-kulitnya.
Founder Ecovillage Silima Lombu, Ratnauli Gultom menceritakan pengalamannya bersama masyarakat di Desa Silima Lombu, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara dalam mengolah secara maksimal potensi alam yang dimiliki.
"Bagaimana hidup tanpa uang, kita coba kelola dulu bagaimana kalau tidak punya uang apa yang bisa kita gunakan. Anggaplah kita tidak punya uang, apa yang bisa kita kelola ketika kita tidak punya uang," kata Ratnauli dalam akun YouTube Capcapung dikutip Ahad (14/8/2022).
Baca juga:Komunitas Sepeda Ramaikan Pawai HUT 77 RI Bersama Pelajar
Ratnauli mengungkapkan, di desanya mayoritas beraktivitas sebagai petani organik dan nelayan, sehingga sehari-hari masyarakat mengolah ladang dengan hasil alam salah satunya, mngga.
"Kita di sini lebih mengolah yang ada diladang contohnya mangga kita membuat produk dari mangga mulai dari selai, cuka dan lainnya," jelasnya.
Ratnauli menyebut, selain mangga terdapat juga kemiri dan kelapa yang diolah menjadi minyak kemiri dan minyak kelapa, dari semua hasil alam yang ada dimanfaatkankan sampai ke kulit-kulitnya.