Pidato Pahlawan Nasional
Pidato Bung Karno: Sebelum Al-Qur'an Jadi UUD, Manusia Bertengkar Terus
Muhajirin
Selasa, 16 Agustus 2022 - 15:30 WIB
Presiden Pertama RI, Ir Soekarno sedang berpidato (foto: Life Magazine)
Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, merupakan sosok muslim yang memiliki pandangan dan wawasan yang luas. Dia tidak hanya mendalami ilmu-ilmu agama, tapi juga memiliki latar belakang ilmu umum.
Dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara pada 28 Maret 1959, Bung Karno dengan tegas mengatakan, Islam merupakan agama yang dibawa oleh semua Nabi dan Rasul. Mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.
Dia menegaskan, keberadaan Nabi dan Rasul adalah anugerah. Berkat mereka, manusia Bisa mengetahui jalan yang benar agar mendapatkan Kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Terutama Nabi Muhammad SAW, dia membawa Al-Qur’an sebagai rahmatan lil alamin.
“Sebelum nuzulul Qur’an, Sebelum Qur’an menjadi UUD daripada suatu agama, sebelum itu saudara-saudara, umat manusia seluruhnya berdebat-debat, dan bertengkar terus,” kata Bung Karno saat memberikan pidato dalam acara tersebut.
Baca Juga:Pidato Bung Karno: Jika Kita Berjuang di Atas Dasar Agama, Kita Akan Menang
Muhammad lalu diutus menjadi Nabi dan Rasul. Dia membawa Islam sebagai agama yang mengajarkan perdamaian, sehingga kejahiliyahan perlahan luntur. Peradaban yang penuh kezaliman, berubah menjadi peradaban yang mulia berasaskan akhlak mulia.
“Jikalau umpamanya Muhammad tidak datang, saudara-saudara, manusia ini akan terus benci satu sama lain, bertengkar satu sama lain. Bertengkar, bertempur satu sama lain, tetapi Muhammad dengan ajaran Islamnya mengajarkan bahwa manusia adalah satu,” ujar Bapak Proklamator itu.
Dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara pada 28 Maret 1959, Bung Karno dengan tegas mengatakan, Islam merupakan agama yang dibawa oleh semua Nabi dan Rasul. Mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.
Dia menegaskan, keberadaan Nabi dan Rasul adalah anugerah. Berkat mereka, manusia Bisa mengetahui jalan yang benar agar mendapatkan Kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Terutama Nabi Muhammad SAW, dia membawa Al-Qur’an sebagai rahmatan lil alamin.
“Sebelum nuzulul Qur’an, Sebelum Qur’an menjadi UUD daripada suatu agama, sebelum itu saudara-saudara, umat manusia seluruhnya berdebat-debat, dan bertengkar terus,” kata Bung Karno saat memberikan pidato dalam acara tersebut.
Baca Juga:Pidato Bung Karno: Jika Kita Berjuang di Atas Dasar Agama, Kita Akan Menang
Muhammad lalu diutus menjadi Nabi dan Rasul. Dia membawa Islam sebagai agama yang mengajarkan perdamaian, sehingga kejahiliyahan perlahan luntur. Peradaban yang penuh kezaliman, berubah menjadi peradaban yang mulia berasaskan akhlak mulia.
“Jikalau umpamanya Muhammad tidak datang, saudara-saudara, manusia ini akan terus benci satu sama lain, bertengkar satu sama lain. Bertengkar, bertempur satu sama lain, tetapi Muhammad dengan ajaran Islamnya mengajarkan bahwa manusia adalah satu,” ujar Bapak Proklamator itu.