Haedar Nashir: Umat Islam Harus Sebar Rahmat Tanpa Sekat
Muhajirin
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 07:35 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir (foto: Muhammadiyah.or.id)
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, menegaskan, Islam tidak hanya bersifat simbolis maupun verbal, tapi menjadi nilai dan inspirasi yang memberikan kemaslahatan bagi kehidupan orang banyak.
“Tentu Islam bukan hanya simbol, tetapi juga Islam yang menjadi value yang membuat hidup kita ini bertumbuh maju dan memberi maslahat bagi orang banyak,” kata Haedar dalam acara Milad Universitas Muhammadiyah Tangerang ke-13, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Jumat (19/8/2022).
Haedar menegaskan, Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam semesta dan menjadi kebaikan utama. Risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW menebar kebajikan utama dan rahmat bagi alam semesta yang melintas batas.
Baca Juga: Semua Muslim Akan Masuk Surga, Tapi...
Artinya, Islam tidak hanya berada dalam ruang lingkup domestik negara, namun melangkah jauh melampaui batas-batas geografis. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di alam semesta. Tak hanya bagi umat Islam itu sendiri, tapi juga bagi seluruh umat manusia di muka bumi.
“Spirit keagamaan Islam dalam perspektif Islam berkemajuan itu memang menghadirkan kebajikan-kebajikan yang utama, yang menembus agama, suku, golongan, bahkan negara. Islam kita tidak hanya terdomestikasi pada negara Indonesia saja, tetapi melintas Nusantara,” ujar Haedar.
“Tentu Islam bukan hanya simbol, tetapi juga Islam yang menjadi value yang membuat hidup kita ini bertumbuh maju dan memberi maslahat bagi orang banyak,” kata Haedar dalam acara Milad Universitas Muhammadiyah Tangerang ke-13, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Jumat (19/8/2022).
Haedar menegaskan, Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam semesta dan menjadi kebaikan utama. Risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW menebar kebajikan utama dan rahmat bagi alam semesta yang melintas batas.
Baca Juga: Semua Muslim Akan Masuk Surga, Tapi...
Artinya, Islam tidak hanya berada dalam ruang lingkup domestik negara, namun melangkah jauh melampaui batas-batas geografis. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di alam semesta. Tak hanya bagi umat Islam itu sendiri, tapi juga bagi seluruh umat manusia di muka bumi.
“Spirit keagamaan Islam dalam perspektif Islam berkemajuan itu memang menghadirkan kebajikan-kebajikan yang utama, yang menembus agama, suku, golongan, bahkan negara. Islam kita tidak hanya terdomestikasi pada negara Indonesia saja, tetapi melintas Nusantara,” ujar Haedar.