Masjid Jami Al-Mujahidin Menteng, Berawal dari Bangunan Kayu Tahun 1943
Andi Muhammad
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 16:00 WIB
Masjid Jami Al Mujahidin. Foto: Andi Muhammad.
Setiap masjid di Indonesia memiliki sejarah masing-masing yang menarik untuk dibahas. Seperti halnya Masjid Jami Al-Mujahidin Menteng Atas yang berawal dari kayu hingga menjadi masjid berkonsep modern.
Pembangunan masjid berawal pada tahun 1943, kala itu Masjid Jami Al-Mujahidin merupakan masjid mungil yang dikokohkan dengan kayu-kayu. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di daerah Ibu Kota Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, renovasi besar-besaran mulai dilakukan pada tahun 1983. Seluruh bangunan diruntuhkan dan dibangun ulang dengan desain konsep yang berbeda.
"Tahun 1983 kemudian di bongkar semua yang tadinya terdiri dari tiang-tiang kayu. Bahkan saya masih bisa melihat itu semua karena saya ke sini tahun 1980-an," ujar Ketua DKM Masjid Jami Al-Mujahidin, Muhammad Fadli saat ditemuiLangit7, Jumat (18/8/2022).
Baca Juga:Tips Khusyuk saat Salat, Begini Saran Ustadz Hanan Attaki
Kemudian pada tahun 2019 dilakukan kembali renovasi guna memodernisasi arsitektur bangunan masjid. Bahkan seluruh lantai masjid pun beralaskan granit dan ditambah ornamen-ornamen bintang segi delapan pada dinding depan bagian mimbar.
Pembangunan masjid berawal pada tahun 1943, kala itu Masjid Jami Al-Mujahidin merupakan masjid mungil yang dikokohkan dengan kayu-kayu. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di daerah Ibu Kota Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, renovasi besar-besaran mulai dilakukan pada tahun 1983. Seluruh bangunan diruntuhkan dan dibangun ulang dengan desain konsep yang berbeda.
"Tahun 1983 kemudian di bongkar semua yang tadinya terdiri dari tiang-tiang kayu. Bahkan saya masih bisa melihat itu semua karena saya ke sini tahun 1980-an," ujar Ketua DKM Masjid Jami Al-Mujahidin, Muhammad Fadli saat ditemuiLangit7, Jumat (18/8/2022).
Baca Juga:Tips Khusyuk saat Salat, Begini Saran Ustadz Hanan Attaki
Kemudian pada tahun 2019 dilakukan kembali renovasi guna memodernisasi arsitektur bangunan masjid. Bahkan seluruh lantai masjid pun beralaskan granit dan ditambah ornamen-ornamen bintang segi delapan pada dinding depan bagian mimbar.