Kemenkes Sebut Cacar Monyet Tak Menyerang Kelompok Tertentu
Ummu hani
Ahad, 21 Agustus 2022 - 14:45 WIB
Cacar monyet disebut tak menyerang kelompok tertentu. (Foto: iStock).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kasus pertama cacar monyet di Indonesia. Pasien merupakan pria berusia 27 tahun berasal dari DKI Jakarta.
Dalam informasi yang dihimpun, pasien tertular sesuai pulang dari luar negeri diduga memiliki kontak erat dengan penderita sebelumnya.
Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan, masyarakat tak boleh beranggapan bahwa cacar monyet atau monkeypox ini hanya menyerang kelompok tertentu.
Baca Juga: Kemenkes Konfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia
"Jangan sampai ada pemahaman (menyerang) kelompok tertentu, cacar monyet menyerang orang dengan kontak erat," kata Syahril, dalam siaran pers, di YouTube Kemenkes RI, dikutip, Ahad (21/8/2022).
Begitu pula pada surveilans atau pengamatan penyebaran kasus cacar monyet di Indonesia. Kemenkes menegaskan, metode pengamatan tidak menyasar kelompok tertentu, tetapi pada siapa saja yang berisiko tertular karena memiliki riwayat kontak erat dengan pasien cacar monyet.
"Semua orang punya risiko (tertular cacar monyet). Kita tidak ingin membuat kesalahpahaman pada masyarakat," tutur Syahril.
Dalam informasi yang dihimpun, pasien tertular sesuai pulang dari luar negeri diduga memiliki kontak erat dengan penderita sebelumnya.
Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan, masyarakat tak boleh beranggapan bahwa cacar monyet atau monkeypox ini hanya menyerang kelompok tertentu.
Baca Juga: Kemenkes Konfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia
"Jangan sampai ada pemahaman (menyerang) kelompok tertentu, cacar monyet menyerang orang dengan kontak erat," kata Syahril, dalam siaran pers, di YouTube Kemenkes RI, dikutip, Ahad (21/8/2022).
Begitu pula pada surveilans atau pengamatan penyebaran kasus cacar monyet di Indonesia. Kemenkes menegaskan, metode pengamatan tidak menyasar kelompok tertentu, tetapi pada siapa saja yang berisiko tertular karena memiliki riwayat kontak erat dengan pasien cacar monyet.
"Semua orang punya risiko (tertular cacar monyet). Kita tidak ingin membuat kesalahpahaman pada masyarakat," tutur Syahril.