LANGIT7.ID, Jakarta -
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kasus pertama
cacar monyet di Indonesia. Pasien merupakan pria berusia 27 tahun berasal dari DKI Jakarta.
Dalam informasi yang dihimpun,
pasien tertular sesuai pulang dari luar negeri diduga memiliki kontak erat dengan penderita sebelumnya.
Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan, masyarakat tak boleh beranggapan bahwa cacar monyet atau monkeypox ini hanya menyerang kelompok tertentu.
Baca Juga: Kemenkes Konfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia"Jangan sampai ada pemahaman (menyerang) kelompok tertentu, cacar monyet menyerang orang dengan kontak erat," kata Syahril, dalam siaran pers, di YouTube Kemenkes RI, dikutip, Ahad (21/8/2022).
Begitu pula pada surveilans atau pengamatan penyebaran kasus cacar monyet di Indonesia. Kemenkes menegaskan, metode pengamatan tidak menyasar kelompok tertentu, tetapi pada siapa saja yang berisiko tertular karena memiliki riwayat kontak erat dengan pasien cacar monyet.
"Semua orang punya risiko (tertular cacar monyet). Kita tidak ingin membuat kesalahpahaman pada masyarakat," tutur Syahril.
Sebagai informasi, sebelumnya terdapat kesalahpahaman yang menjurus pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, kasus cacar monyet menyerang pria yang berhubungan seks dengan sesama lelaki (LSL).
Sebelumnya, Peneliti di Pusat Riset Kedokteran Praklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dr Zulvikar Syambani Ulhaq mengungkapkan penularan cacar monyet tidak selalu melalui hubungan seksual, melainkan dari sentuhan kulit.
"Menurut saya, kenapa banyak ditemukan (cacar monyet) pada LSL karena mereka suka party, dan sebagainya itu sangat berkatan dengan kerumunan. Jadi melalui berkerumun, itu menurut gambaran saya yang sebenarnya terjadi di negara-negara Amerika atau Eropa," kata Zulvikar.
(bal)