langit7-Jakarta,- - Virus cacar monyet adalah turunan dari virus variola yang masuk dalam genus orthopoxvirus atau yang biasa menjadi penyebab cacar skala kecil.
Penularan cacar monyet terjadi melalui air liur, kontak dekat atau langsung dengan lesi pada kulit, dan melalui benda yang terkontaminasi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan orang untuk menjauhi dan menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi atau mati karena cacar monyet, termasuk daging dan darahnya.
Baca juga:
Ajang Nusantara Food & Hotel Expo Perkuat Promosi Industri Kuliner dan Perhotelan
Bagaimana dari hewan bisa menular ke manusia? Jadi virus ini dapat menular ke manusia melalui kontak fisik. Biasanya adalah hewan pengerat dan primata. Di negara-negara endemis, makanan yang berisi daging atau bagian tubuh hewan perlu dimasak hingga matang sebelum dimakan.
Jika ada yang terkena virus cacar monyet, sebaiknya hindari kontak langsung dengan mereka. Sebab virus ini dapat menyebar antar manusia melalui kontak dengan lesi atau koreng pada seseorang yang terinfeksi. Luka tersebut dapat ditemukan pada kulit atau permukaan mukosa, seperti mata, mulut, tenggorokan, alat kelamin, anus, atau rektum.
Penyakit ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh seseorang yang terinfeksi, seperti darah, air liur, hingga air mani. Contohnya yaitu:
* Kontak seksual dengan pengidap penyakit ini, termasuk kontak oral.
* Tinggal di rumah yang sama dengan pengidap cacar monyet.
* Tidak sengaja menghirup air liur saat pengidapnya bicara, batuk, hingga bersin.
Berikut ini cara pencegahan terkena cacar monyet
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, misalnya:
* Tetap tinggal di rumah dan batasi kontak dengan seseorang yang memiliki gejala penyakit ini.
* Hindari kontak fisik, termasuk kontak seksual, terhadap orang yang terinfeksi atau memiliki kemungkinan telah terpapar virus ini.
* Rutin mencuci tangan dan menutup mulut saat batuk atau bersin.
* Bersihkan permukaan dan benda yang sering orang sentuh.
* Kenakan masker wajah jika melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala.
Untuk menurunkan risiko terserang virus cacar monyet melalui kontak seksual, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:
* Menggunakan kondom.
* Mempraktikkan seks aman.
* Membatasi pasangan seksual, terutama orang yang baru kamu kenal.
Setelah kita tahu bagaimana mencegah agar tidak tertular cacar monyet, wajib juga mengetahui bagaimana melakukan pengobatan apabila terkena.
Tidak perlu panik berlebihan sebab cacar monyet merupakan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, dan dengan gejala yang berlangsung antara 2-4 minggu. Sejauh ini, belum ada pengobatan yang teruji dan terbukti aman serta efektif untuk mengatasi penyakit ini.
Namun biasanya setelah diagnosis, dokter akan memantau kondisi kamu dan mencoba meringankan gejala, mencegah dehidrasi dan memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri sekunder jika berkembang.
Mengutip dari CDC, pemberian vaksin dapat mencegah penularan penyakit ini ke orang lain. Hal ini telah terbukti memutus penyebaran penyakit cacar yang terjadi pada tahun 1980. Hal yang terpenting adalah, setiap orang yang berisiko mengalami cacar monyet, sebaiknya mendapatkan vaksin sesegera mungkin.
Pastikan Anda melindungi diri dan keluarga dengan mendapatkan vaksin cacar, agar gangguan yang membahayakan bisa dihindari.
(ori)