PPPIJ: Seni-Budaya Merupakan Anugerah dari Allah untuk Manusia
Andi Muhammad
Rabu, 24 Agustus 2022 - 06:30 WIB
PPPIJ: Seni-Budaya Merupakan Anugerah dari Allah untuk Manusia. Foto: Andi Muhammad.
Indonesia memiliki segudang seni budaya yang harus dilestarikan. Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhammad Subki menuturkan bahwa kegiatan seni budaya Islam merupakan anugerah Sang Pencipta.
"Budaya adalah satu kekayaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia, seni juga begitu," ujar Kiai Subki dalam sambutannya di acara Festival Seni Budaya Islam yang digelar di Convention Hall Jakarta Islamic Centre (JIC), Selasa (23/8/2022).
Lebih lanjut, Kiai Subki memesankan agar seni budaya perlu dilestarikan dengan baik. Ini selama tidak bertentangan dengan akidah-akidah Islam, seperti hadirnya fenomena Citayam Fashion Week (CFW) beberapa waktu lalu.
"Di akhir zaman seperti ini budaya dan seni bila tidak dikelola dengan baik bisa merusak, salah satu contohnya Citayam Fashion Week," jelasnya.
Bukan tanpa sebab, Kiai Subki menuturkan bahwa sebenarnya tidak ada masalah pada awal kemunculan fenomena CFW. Namun kemudian hadir beberapa oknum yang mengotori perkumpulan para remaja tersebut dalam mengekspresikan diri.
Baca Juga:7 Program Prioritas Kemenag Harus Dipahami ASN
"Tapi ke sini-sininya ada banci-banci ikut lenggak-lenggok, ada bendera LGBT, dan ada kebebasan pergaulan," katanya.
"Budaya adalah satu kekayaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia, seni juga begitu," ujar Kiai Subki dalam sambutannya di acara Festival Seni Budaya Islam yang digelar di Convention Hall Jakarta Islamic Centre (JIC), Selasa (23/8/2022).
Lebih lanjut, Kiai Subki memesankan agar seni budaya perlu dilestarikan dengan baik. Ini selama tidak bertentangan dengan akidah-akidah Islam, seperti hadirnya fenomena Citayam Fashion Week (CFW) beberapa waktu lalu.
"Di akhir zaman seperti ini budaya dan seni bila tidak dikelola dengan baik bisa merusak, salah satu contohnya Citayam Fashion Week," jelasnya.
Bukan tanpa sebab, Kiai Subki menuturkan bahwa sebenarnya tidak ada masalah pada awal kemunculan fenomena CFW. Namun kemudian hadir beberapa oknum yang mengotori perkumpulan para remaja tersebut dalam mengekspresikan diri.
Baca Juga:7 Program Prioritas Kemenag Harus Dipahami ASN
"Tapi ke sini-sininya ada banci-banci ikut lenggak-lenggok, ada bendera LGBT, dan ada kebebasan pergaulan," katanya.