MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (3) | Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu?
Zulkarmedi siregar
Kamis, 12 Agustus 2021 - 05:00 WIB
Rektor Perbanas Institute Prof Hermanto Siregar. Foto: Dok. Hermanto Siregar
Tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H momentum strategis untuk bangkit bersama terutama di bidang ekonomi. Ini harus menjadi perhatian serius karena ummat Islam sangat tertinggal dari sisi ekonomi. Penduduk negeri ini mayoritas, tapi potensi besar ummat Islam belum digarap maksimal.
Ada secercah harapan. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut Indonesia menduduki peringkat ekonomi syariah ke-4 dunia dalam laporan The State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021. Capain itu naik dari peringkat ke-5 pada 2019, dan peringkat ke-9 pada 2018.
Begitu juga dengan industri keuangan syariah Indonesia. Laporan Islamic Finance Country Index (IFCI) 2020 menyebutkan, dari 42 negara dunia yang disurvei terkait keuangan syariah, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan skor 82,01 setelah Malaysia.
Wawancara Khusus Lainnya:Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia
Bagaimana seharusnya ummat Islam bangkit bersama dalam ekonomi? Pertanyaan itu dijawab Rektor Perbanas Institute Prof Hermanto Siregar. Selain dikenal sebagai guru besar ekonomi di Institut Pertanian Bogor (IPB), dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor di kampus tersebut.
Hermanto Siregar lama bergelut dibidang ekonomi. Lulus sarjana pertanian di IPB 1986 dan meraih gelar master bidang ekonomi di University of New England (UNE), Armidale, Australia. Dilanjutkan, dengan gelar Phd in Economics, di Lincoln University, New Zealand.
Sebelum dinobatkan menjadi rektor Perbanas periode 2018-2022, Hermanto mengemban jabatan strategis. Pria kelahiran 5 Agustus tahun 1963 ini pernah menduduki jabatan sebagai komisaris di Permodalan Nasional Madani (PMN) hingga BRI Syariah, anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), dan Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi). Berikut petikan wawancara khusus Prof Hermanto Siregar kepada Zulkarmedi Siregar dari LANGIT7.ID:
Ada secercah harapan. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut Indonesia menduduki peringkat ekonomi syariah ke-4 dunia dalam laporan The State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021. Capain itu naik dari peringkat ke-5 pada 2019, dan peringkat ke-9 pada 2018.
Begitu juga dengan industri keuangan syariah Indonesia. Laporan Islamic Finance Country Index (IFCI) 2020 menyebutkan, dari 42 negara dunia yang disurvei terkait keuangan syariah, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan skor 82,01 setelah Malaysia.
Wawancara Khusus Lainnya:Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia
Bagaimana seharusnya ummat Islam bangkit bersama dalam ekonomi? Pertanyaan itu dijawab Rektor Perbanas Institute Prof Hermanto Siregar. Selain dikenal sebagai guru besar ekonomi di Institut Pertanian Bogor (IPB), dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor di kampus tersebut.
Hermanto Siregar lama bergelut dibidang ekonomi. Lulus sarjana pertanian di IPB 1986 dan meraih gelar master bidang ekonomi di University of New England (UNE), Armidale, Australia. Dilanjutkan, dengan gelar Phd in Economics, di Lincoln University, New Zealand.
Sebelum dinobatkan menjadi rektor Perbanas periode 2018-2022, Hermanto mengemban jabatan strategis. Pria kelahiran 5 Agustus tahun 1963 ini pernah menduduki jabatan sebagai komisaris di Permodalan Nasional Madani (PMN) hingga BRI Syariah, anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), dan Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi). Berikut petikan wawancara khusus Prof Hermanto Siregar kepada Zulkarmedi Siregar dari LANGIT7.ID: