Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (3) | Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu?

zulkarmedi siregar Kamis, 12 Agustus 2021 - 05:00 WIB
MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (3) | Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu?
Rektor Perbanas Institute Prof Hermanto Siregar. Foto: Dok. Hermanto Siregar
LANGIT7.ID - Tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H momentum strategis untuk bangkit bersama terutama di bidang ekonomi. Ini harus menjadi perhatian serius karena ummat Islam sangat tertinggal dari sisi ekonomi. Penduduk negeri ini mayoritas, tapi potensi besar ummat Islam belum digarap maksimal.

Ada secercah harapan. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut Indonesia menduduki peringkat ekonomi syariah ke-4 dunia dalam laporan The State of the Global Islamic Economy Report 2020/2021. Capain itu naik dari peringkat ke-5 pada 2019, dan peringkat ke-9 pada 2018.

Begitu juga dengan industri keuangan syariah Indonesia. Laporan Islamic Finance Country Index (IFCI) 2020 menyebutkan, dari 42 negara dunia yang disurvei terkait keuangan syariah, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan skor 82,01 setelah Malaysia.

Wawancara Khusus Lainnya: Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia

Bagaimana seharusnya ummat Islam bangkit bersama dalam ekonomi? Pertanyaan itu dijawab Rektor Perbanas Institute Prof Hermanto Siregar. Selain dikenal sebagai guru besar ekonomi di Institut Pertanian Bogor (IPB), dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor di kampus tersebut.

Hermanto Siregar lama bergelut dibidang ekonomi. Lulus sarjana pertanian di IPB 1986 dan meraih gelar master bidang ekonomi di University of New England (UNE), Armidale, Australia. Dilanjutkan, dengan gelar Phd in Economics, di Lincoln University, New Zealand.

Sebelum dinobatkan menjadi rektor Perbanas periode 2018-2022, Hermanto mengemban jabatan strategis. Pria kelahiran 5 Agustus tahun 1963 ini pernah menduduki jabatan sebagai komisaris di Permodalan Nasional Madani (PMN) hingga BRI Syariah, anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), dan Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi). Berikut petikan wawancara khusus Prof Hermanto Siregar kepada Zulkarmedi Siregar dari LANGIT7.ID:

Ada beberapa faktor yang membuat ummat Islam tertinggal dari sisi ekonomi. Apa saja dan apa solusinya?

Betul, ada beberapa faktor. Pertama, secara umum pendidikan dan keterampilan relatif rendah dibandingkan ummat lain. Kedua, jejaring usaha dan kekompakan sesama ummat Islam kalah kuat dibandingkan dengan ummat lain. Ketiga, bentuk usaha ummat Islam dominan UMK (usaha mikro dan kecil) dan terkendala untuk mendapat pembiayaan dari perbankan.

Jalan keluarnya adalah memperbaiki ketiga poin tersebut. Harus ada kesadaran bersama dari ummat Islam untuk melakukan perubahan itu. Kampus-kampus harus menyiapkan SDM unggul. Ummat Islam harus membangung barisan rapi dan solid sehingga terbentuk jejaring ekonomi yang kuat. Selanjutnya, usaha yang dilakoni ummat Islam harus diperbesar volumenya.

Saat ini sedang tumbuh ekonomi syariah dan perbankan syariah. Bisakah keduanya membawa kejayaan bagi bangsa Indonesia?

Potensi ekonomi syariah dan perbankan syariah sangat besar untuk berjaya. Penduduk Indonesia yang beragama Islam ada sekitar 220 juta jiwa. Kemudian, bisnis tergolong besar dan terus meningkat antara lain kuliner, fashion, kosmetika, travel, wisata, di mana kehalalan merupakan hal penting.

Semua itu merupakan captive market bagi ekonomi syariah maupun perbankan syariah untuk membiayai pengembangan bisnis tersebut. Pemerintah secara eksplisit menunjukkan keberpihakannya yaitu dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Yang Bapak lihat, seperti apa peluang perbankan syariah menjadi pemain utama dalam sistem perbankan nasional?

Pengembangan perbankan syariah sudah mendapat dorongan dari pemerintah, terlihat salah satunya dari merger tiga bank syariah anak bank BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Sebagai bank baru dengan skala yang lebih besar, dampak pembiayaan BSI terhadap berbagai bisnis syariah tentu menjadi lebih signifikan. Namun untuk menjadi pemain utama dalam perekonomian nasional kelihatannya masih cukup lama.

Wawancara Khusus Lainnya: Pesan Dubes Al Busyra dari Negeri Hijrah Pertama Para Sahabat

Jadi untuk jangka pendek dan menengah, bank syariah dan bank konvensional perlu berjalan beriringan (dual system). Pangsa pasar bank syariah masih sekitar 6,5%, sedangkan pangsa pasar keuangan syariah masih sekitarr 10%. Jadi perbankan dan keuangan syariah perlu bekerja lebih keras dan inovatif untuk mengembangkan produk-produk maupun meningkatkan pelayanan terhadap nasabah.

Selain itu, meningkatkan efisiensi usaha sehingga memiliki kemampuan bersaing yang lebih baik. Kemudian, mendorong pemerintah untuk meningkatkan secara sistematis literasi syariah masyarakat.

Soal lahirnya Bank Syariah Indonesia, apakah memberikan harapan dan bisa berkontribusi besar bagi kemajuan ekonomi ummat?

Ya, BSI memberi harapan meningkatnya kontribusi perbankan syariah terhadap ekonomi ummat. Peningkatan kontribusi itu dapat terjadi setidaknya dari tiga hal. Pertama, dampak positif dari merjernya tiga bank syariah menjadi BSI meningkatkan skala ekonomis sehingga efisiensi dan daya saing BSI lebih tinggi daripada bank asal.
Kedua, kepercayaan investor untuk turut menanamkan modalnya di BSI menjadi cukup tinggi. Ketiga, dengan kedua hal di atas, jumlah UMK yang dibiayai BSI serta jumlah ummat yang menabung di BSI akan meningkat.

MUI sudah meminta Bank Syariah Indonesia fokus membantu pelaku UMKM dengan porsi pembiayaan BSI 50 persen untuk UMKM. Tanggapan Bapak?

Saya setuju dengan usulan MUI tersebut. Upaya afirmasi seperti yang disarankan MUI adalah hal yang wajar dan sesuai dengan kondisi riil usaha/ekonomi syariah. Mengenai besarannya, apakah 50% atau bertahap dari X% lalu dinaikkan jadi 50% dan terus ditingkatkan jadi Y%, perlu dikaji secara mendalam agar didapatkan angka persentase yang optimal.

Zaim Saidi menulis buku: "Tidak Syariahnya Bank Syariah". Ini mewakili masyarakat yang masih ragu kepada bank syariah karena praktiknya sama saja bank konvensional, masih mengenal bunga dan masuk kategori riba. Komentar Bapak?

Analoginya kira-kira begini. Kita dihadapkan pada dua jenis makanan. Jenis pertama zatnya sudah jelas haram. Jenis kedua zatnya tidak haram tapi dalam prosesnya ada keraguan tentang keberadaan unsur haram. Jenis/alternatif lainnya belum ada. Tentu kita pilih alternatif kedua. Sambil jalan, proses bisnis yang masih meragukan diperbaiki.

Hari ini 1 Muharram, ummat memperingati tahun baru Islam, menurut Bapak, apa yang harus kita perbuat agar bisa bangkit bersama?

Bagi ummat Islam yang belum ber-bank di perbankan syariah, mulailah membuka rekening di bank syariah, baik bank umum maupun BPRS. Mulailah, walau dengan saldo yang terbatas. Kalau pemerintah saja sudah menunjukkan afirmasinya kepada perbankan dan keuangan syariah, masak (sebagian) ummat Islam sendiri masih ragu terhadap perbankan syariah?

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)