Nadiem: Peran Guru-Dosen Tidak Bisa Tergantikan dengan Teknologi
Andi Muhammad
Senin, 29 Agustus 2022 - 18:15 WIB
Nadiem: Peran Guru-Dosen Tidak Bisa Tergantikan dengan Teknologi. Foto: Langit7.id/iStock.
Di era yang semakin canggih seperti sekarang, memelajari apapun sangat mudah, di antaranya dapat melalui google, youtube, dan aplikasi-aplikasi pembelajaran lainnya. Namun kecanggihan teknologi tersebut tetap tidak bisa menggantikan peran para pengajar dalam dunia pendidikan.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menekankan, secanggih apapun teknologi yang kini berkembang pesat, tidak akan bisa menggantikan peran guru dan dosen di dunia pendidikan.
"Tidak mungkin guru dan dosen digantikan dengan mesin," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (29/8/2022).
Meski demikian, lanjut Nadiem, memang tidak bisa dipungkiri kecanggihan teknologi sangat membantu dan memerkuat dalam dunia pendidikan.
Baca Juga:Mendikbudristek Dorong Konsep Hidup Berkelanjutan Lewat Global Arts and Culture Recovery Fund
Ia menjelaskan, bahwa kehadiran teknologi dapat mengeliminasi hal yang tidak berdampak pada murid dan hanya merepotkan guru. Hal tersebut kini tengah ia upayakan dan perbaiki.
"Bagi kami mau gantikan dulu dengan otomasi, itu dulu. Kalau guru-gurunya tugasnya adalah mengisi permintaan birokrasi administrasi menteri, kepala dinas organisasi, kapan dia bisa memberikan waktu untukcoaching, untuk diskusi dengan murid," ujarnya.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menekankan, secanggih apapun teknologi yang kini berkembang pesat, tidak akan bisa menggantikan peran guru dan dosen di dunia pendidikan.
"Tidak mungkin guru dan dosen digantikan dengan mesin," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (29/8/2022).
Meski demikian, lanjut Nadiem, memang tidak bisa dipungkiri kecanggihan teknologi sangat membantu dan memerkuat dalam dunia pendidikan.
Baca Juga:Mendikbudristek Dorong Konsep Hidup Berkelanjutan Lewat Global Arts and Culture Recovery Fund
Ia menjelaskan, bahwa kehadiran teknologi dapat mengeliminasi hal yang tidak berdampak pada murid dan hanya merepotkan guru. Hal tersebut kini tengah ia upayakan dan perbaiki.
"Bagi kami mau gantikan dulu dengan otomasi, itu dulu. Kalau guru-gurunya tugasnya adalah mengisi permintaan birokrasi administrasi menteri, kepala dinas organisasi, kapan dia bisa memberikan waktu untukcoaching, untuk diskusi dengan murid," ujarnya.