Pesantren Ngruki Tidak Pernah Anti-NKRI, Sudah Nasionalis Sejak Didirikan
Muhajirin
Senin, 29 Agustus 2022 - 20:00 WIB
Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo (foto: Langit7.id/Muhajirin)
Baru-baru ini Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki jadi sorotan karena menggelar upacara kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2022. Upacara itu dihadiri salah satu pendiri pesantren yakni Ustadz Abu Bakar Baasyir.
Kepala Bagian Humas Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, Ustadz Muchshon, menjelaskan, Pesantren Ngruki sejak didirikan pada 1972 tidak pernah bertentangan dengan Pancasila ataupun anti-NKRI.
"Kita pesantren, sejak dulu juga tidak mempertangkakan (Pancasila dan NKRI), kita juga di sekolah diajarkan PMP, PSBB, dan PKN. Ada muatan kurikulumnya," kata Muchshon saat berbincang dengan LANGIT7.ID di Pesantren Ngruki, Senin (29/8/2022).
Baca Juga: Ponpes Al-Mukmin Ngruki Gelar Upacara Kemerdekaan, Abu Bakar Baasyir Hadir
Banyak yang beranggapan Ngruki baru saja mengakui Pancasila. Padahal, kata Muchshon, hal tidak benar sama sekali. Pesantren Ngruki tidak menentang pemerintah apalagi Pancasila. Terkait upacara bendera, santri-santri Ngruki bahkan kerap diundang untuk menjadi anggota Paskibraka. Itu sudah berlangsung sejak lama.
"Jadi, sebelumnya kita tidak menyelenggarakan di sini, tapi di luar. Jadi, kita bagi-bagi anak-anak, ada yang di keluarahan, ada yang di kecamatan, ada yang di kabupaten. Bahkan, anak yang akan dikirim ke kabupaten itu, yang latih itu langsung dari Kodim. Jadi sudah sejak lama," kata Muchshon.
Kepala Bagian Humas Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, Ustadz Muchshon, menjelaskan, Pesantren Ngruki sejak didirikan pada 1972 tidak pernah bertentangan dengan Pancasila ataupun anti-NKRI.
"Kita pesantren, sejak dulu juga tidak mempertangkakan (Pancasila dan NKRI), kita juga di sekolah diajarkan PMP, PSBB, dan PKN. Ada muatan kurikulumnya," kata Muchshon saat berbincang dengan LANGIT7.ID di Pesantren Ngruki, Senin (29/8/2022).
Baca Juga: Ponpes Al-Mukmin Ngruki Gelar Upacara Kemerdekaan, Abu Bakar Baasyir Hadir
Banyak yang beranggapan Ngruki baru saja mengakui Pancasila. Padahal, kata Muchshon, hal tidak benar sama sekali. Pesantren Ngruki tidak menentang pemerintah apalagi Pancasila. Terkait upacara bendera, santri-santri Ngruki bahkan kerap diundang untuk menjadi anggota Paskibraka. Itu sudah berlangsung sejak lama.
"Jadi, sebelumnya kita tidak menyelenggarakan di sini, tapi di luar. Jadi, kita bagi-bagi anak-anak, ada yang di keluarahan, ada yang di kecamatan, ada yang di kabupaten. Bahkan, anak yang akan dikirim ke kabupaten itu, yang latih itu langsung dari Kodim. Jadi sudah sejak lama," kata Muchshon.