Gus Muhaimin Kenang Kontribusi Buya Hamka Merawat Bangsa
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 30 Agustus 2022 - 20:35 WIB
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan dalam peluncuran buku Membaca Hamka Merawat Bangsa karya Umar Syadat Hasibuan di Perpustakaan Nasional RI. (Foto: DPR RI/Prima/nvl)
Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar mengenang kontribusi Buya Hamka dalam konsistensi merawat bangsa, sejak lahir hingga wafatnya. Hal itu disampaikan Muhaimin dalam peluncuran buku ‘Membaca Hamka Merawat Bangsa’ karya Umar Syadat Hasibuan di Perpustakaan Nasional RI.
"Buku ini telah merevitalisasi pemikiran dari Buya Hamka yang sangat dahsyat. Sosok ulama sekaligus seniman dan sastrawan, yang pasti dalam konteks waktu dan zaman akan memberi kekayaan khazanah intelektual dan sastra kita," ujar Muhaimin Iskandar, dikutip Selasa (30/8/2022).
Baca Juga:Membaca Tafsir al-Azhar Buya Hamka, Anwar Ibrahim: Mengesankan
Pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu mengungkapkan cara Buya Hamka merawat bangsa adalah dengan menjadi figur yang konsisten (istiqomah) antara pemikiran dan perbuatan. Menurutnya, apa yang menjadi pemikiran Buya Hamka tercermin dari tiap tindakan keseharian.
Bahkan, lanjut Gus Muhaimin, pemikiran Buya Hamka juga tidak mengikuti hawa nafsu untuk balas dendam politik. Hal itu tercermin saat Buya Hamka berkenan menjadi imam salat jenazah Bung Karno, yang pernah memenjarakannya selama dua tahun empat bulan.
"Hamka adalah contoh bagi generasi saat ini termasuk tidak dendam terhadap Bung Karno meskipun dipenjara selama dua tahun. Itu pembelajaran yang sangat dahsyat, kesabaran memaafkan, saling menghormati itu yang harus dijadikan warisan bagi kita," ujar Gus Muhaimin.
Baca Juga:Buku Membaca Hamka Merawat Bangsa, Ulas Pemikiran dan Tindakan Buya Hamka
"Buku ini telah merevitalisasi pemikiran dari Buya Hamka yang sangat dahsyat. Sosok ulama sekaligus seniman dan sastrawan, yang pasti dalam konteks waktu dan zaman akan memberi kekayaan khazanah intelektual dan sastra kita," ujar Muhaimin Iskandar, dikutip Selasa (30/8/2022).
Baca Juga:Membaca Tafsir al-Azhar Buya Hamka, Anwar Ibrahim: Mengesankan
Pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu mengungkapkan cara Buya Hamka merawat bangsa adalah dengan menjadi figur yang konsisten (istiqomah) antara pemikiran dan perbuatan. Menurutnya, apa yang menjadi pemikiran Buya Hamka tercermin dari tiap tindakan keseharian.
Bahkan, lanjut Gus Muhaimin, pemikiran Buya Hamka juga tidak mengikuti hawa nafsu untuk balas dendam politik. Hal itu tercermin saat Buya Hamka berkenan menjadi imam salat jenazah Bung Karno, yang pernah memenjarakannya selama dua tahun empat bulan.
"Hamka adalah contoh bagi generasi saat ini termasuk tidak dendam terhadap Bung Karno meskipun dipenjara selama dua tahun. Itu pembelajaran yang sangat dahsyat, kesabaran memaafkan, saling menghormati itu yang harus dijadikan warisan bagi kita," ujar Gus Muhaimin.
Baca Juga:Buku Membaca Hamka Merawat Bangsa, Ulas Pemikiran dan Tindakan Buya Hamka