LANGIT7.ID - , Jakarta - Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Seri
Anwar Ibrahim mengulas tafsir
al-Azhar yang ditulis
Buya Hamka saat dalam penahanan rezim Soekarno.
Menurut dia, kitab tafsir tersebut merumuskan pengenalan dan pengajaran
Al-Qur'an, kaedah dan haluan tafsir.
Baca juga: Buku Membaca Hamka Merawat Bangsa, Ulas Pemikiran dan Tindakan Buya Hamka"Dalam bab-bab pengantar, seperti mendengar pengisian beberapa kuliah pengantar Al-Qur'an yang menarik," ujar Anwar Ibrahim dalam acara lauching buku bertajuk "Membaca Hamka Merawat Bangsa," di ruang Pameran Lantai 4 Perpusnas, Jakarta, Senin (29/8/2022).
Dalam bab Hikmat Ilahi, Hamka juga menyinggung pengalaman
difitnah dalam konspirasi membunuh pemimpin Indonesia. Disebutkan, Hamka menerima empat juta dolar Amerika dari
Perdana Menteri Malaysia, Tunku Abdul Rahman dan menghasut untuk meneruskan pemberontakan Kartosuwiryo, Daud Beureuch, Mohammad Natur dan Syafruddin Prawiranegara.
Ini menjadi awal mula pemenjaraan tanpa bicara, pada 12
Ramadhan 1383 tepatnya tanggal 27 Januari 1964.
"Membaca karya Hamka khususnya tafsir al-Azhar ketika mendekam dipenjara lebih mengesankan. Karena di saat semua jalan untuk berhubungan dengan orang ditutup, hubungan kita di langit terbuka lebar," katanya.
Dia melanjutkan, Hamka bersyukur karena penjara menyelamatkannya dari dipaksa bersekongkol dengan kezaliman dan menjadi munafik.
Baca juga: A Fuadi: Buya Hamka Bapak Konten Indonesia, Wajib Diteladani Kreator KontenLebih lanjut, Anwar Ibrahim berkata dalam tafsir
surah al-Fatihah, Hamka menceritakan kisah kasih anjing dan tuannya di sebuah kota Amerika Serikat, serta kisah kucing dan ayah merangkap guru Hamka, Dr. Sheikh Abdul Karim Amrullah.
Dari kasih sayang hewan dimengerti Rahman dan Rahim Allah SWT atas makhluknya, seperti diriwayatkan dalam hadits:
الراحمون يرحمهم الرحمن تبارك وتعالى ارحموا من في الأرض
يرحمكم من في السماء
"Orang-orang yang ada rasa Rahim akan dirahmati oleh Tuhan yang Rahman, yang memberikan berkat dan Maha Tinggi. Sayangilah orang-orang yang di bumi, supaya kamu disayangi pula oleh yang di langit."(Diriwayatkan dari Abdulah bin Umar oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Tarmidhi, dan al-Hakim)".
(est)