PBB Serukan Pengumpulan Bantuan Bencana Banjir di Pakistan
Andi Muhammad
Rabu, 31 Agustus 2022 - 12:45 WIB
PBB Serukan Pengumpulan Bantuan Bencana Banjir di Pakistan. Foto: Istimewa.
Hujan lebat yang mengguyur Pakistan mengakibatkan banjir bandang menewaskan setidaknya 1.100 korban jiwa. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pengumpulan dana bantuan senilai160 juta dolar AS (Rp2,4 triliun) guna membantu Pakistan.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan Pakistan membutuhkan perhatian kolektif dan prioritas dunia. Ini juga merupakan sinyal bagi dunia untuk meningkatkan tindakan melawan perubahan iklim akibat ulah manusia.
"Orang-orang Pakistan menghadapi musim hujan akibat steroid dampak tanpa henti dari tingkat hujan dan banjir yang luar biasa,” kata Guterres dikutip Aljazeera, Rabu (31/8/2022).
Baca Juga:Waketum Persis: Menjaga Lingkungan Inti Ajaran Islam
Guterres berharap agar 160 juta dolar AS dapat segera terkumpul guna memberi 5,2 juta warga Pakistan makanan, air, sanitasi, pendidikan darurat, dan fasilitas kesehatan.
"Mari kita semua meningkatkan solidaritas dan mendukung rakyat Pakistan pada saat mereka membutuhkan," ujarnya.
"Mari kita semua sadar atas kehancuran planet kita oleh perubahan iklim," imbuhnya.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan Pakistan membutuhkan perhatian kolektif dan prioritas dunia. Ini juga merupakan sinyal bagi dunia untuk meningkatkan tindakan melawan perubahan iklim akibat ulah manusia.
"Orang-orang Pakistan menghadapi musim hujan akibat steroid dampak tanpa henti dari tingkat hujan dan banjir yang luar biasa,” kata Guterres dikutip Aljazeera, Rabu (31/8/2022).
Baca Juga:Waketum Persis: Menjaga Lingkungan Inti Ajaran Islam
Guterres berharap agar 160 juta dolar AS dapat segera terkumpul guna memberi 5,2 juta warga Pakistan makanan, air, sanitasi, pendidikan darurat, dan fasilitas kesehatan.
"Mari kita semua meningkatkan solidaritas dan mendukung rakyat Pakistan pada saat mereka membutuhkan," ujarnya.
"Mari kita semua sadar atas kehancuran planet kita oleh perubahan iklim," imbuhnya.